Kompas.com - 09/10/2015, 17:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kontrak konstruksi merupakan salah satu yang rawan memunculkan sengketa antara pengguna jasa dan konstruktor. Hal ini disebabkan sering munculnya perbedaan interpretasi kedua belah pihak terkait kontrak yang sudah dibuat.

"Kalau dulu faktornya adalah pembebasan tanah yang terlambat, semua tahu itu. Sekarang lambatnya keputusan pengguna jasa karena ketakutan terhadap klaim sengketa," kata Sekretaris Badan Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi Indonesia (BADAPSKI), Sarwono Hardjomuljadi, di Jakarta, Jumat (9/10/2015).

BADAPSKI kemudian muncul sebagai sebuah badan arbitrase yang secara khusus menangani masalah sengketa konstruksi. BADAPSKI nantinya akan memberikan alternatif penyelesaian sengketa konstruksi dengan mengedepankan aturan-aturan yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi.

"BADAPSKI ini spesialis konstruksi, khusus konstruksi, kenapa? Kan lebih enak kalau sama orang-orang yang sudah terjun di konstruksi. Jadi lebih tahu masalahnya. Karena begini, kontrak konstruksi nggak sama dengan kontrak yang lain. Kalau kontrak yang lain seperti kontrak rumah atau kontrak mobil barangnya utuh kan. Nah kalau kontrak konstruksi itu dari tidak ada menjadi ada kan, nah itu bedanya," jelas Sarwono.

thinkstock Ilustrasi apartemen
Berbagai macam sengketa konstruksi akan menjadi perhatian badan arbitrase yang berdiri pada 19 Agustus 2014 tersebut. Mereka tidak akan pilih-pilih dalam menyelesaikan masalah sengketa konstruksi yang ada.

"Semua sengketa boleh dan nggak terpaku kontrak, mau kontrak besar atau kecil, risikonya sama. Justru kita mau masuk sampai ke bawah karena kalau nggak, kasihan yang bawah-bawah itu," ucap dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.