Kompas.com - 10/09/2015, 10:43 WIB
|
EditorHilda B Alexander
TANGERANG, KOMPAS.com - Kota Tangerang tengah berupaya menciptakan iklim investasi yang layak bagi investor. Hal tersebut terlihat dari percepatan pembangunan fisik baik infrastruktur, maupun berbagai macam fasilitas pendukung macam perhotelan.

Menurut Asisten Daerah II Kota Tangerang, Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Tabrani, pada 2010 hanya ada tujuh hotel berbintang dua, tiga, dan empat. Sementara tahun ini, hotel berbintang mencapai 21 hotel.

"Kalau ditambah hotel-hotel melati, jumlahnya mencapai 47 hotel termasuk hari ini," ujar Tabrani saat peresmian Swiss-Belhotel di Tangerang, Banten, Rabu (9/9/2015).

Tabrani mengatakan, fenomena ini menunjukkan bahwa investasi hotel di Tangerang terhitung pesat. Termasuk Swiss-Belhotel dan Zest Hotel, merupakan wujud investasi yang lokasinya premium karena terletak di tengah pusat simpul Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Belum lagi, tambah dia, adanya pengembangan terminal tiga bandara yang akan menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang. Dengan demikian, penumpang yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan bertambah. Masuknya Swiss-Belhotel akan semakin meningkatkan pelayanan untuk para pelanggan. Dengan begitu, Swiss-Belhotel bisa bersaing dengan hotel-hotel di sekitar bandara.

Sementara itu, meski peraturan pelarangan pejabat untuk mengadakan rapat di hotel masih berlaku di Kota Tangerang, hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh bagi Swiss-Belhotel. "Yang datang ke sini bukan baju coklat, bukan pejabat, tapi tamu-tamu yang berkunjung dari atau ke bandara," jelas Tabrani.

Para tamu ini menginap lantaran tengah melakukan perjalanan namun pesawat terlambat datang. Sudah menjadi rahasia umum, Soekarno-Hatta sering mengalami keterlambatan penerbangan baik domestik atau internasional.

zest hotel Zest Hotel Airport Jakarta
Kewajiban pengelola hotel

Untuk itu, Tabrani mengingatkan pengelola Swiss-Belhotel agar memenuhi kewajiban. Setidaknya, ada tiga kewajiban yang harus dilunasi. Pertama adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2007 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Pengelola hotel tidak boleh mengabaikan lingkungan sekitarnya dan harus melaksanakan tugas Corporate Social Responsibility (CSR).

Kedua, ada ketentuan untuk merekrut tenaga kerja lokal di sekitar hotel. Hal ini bertujuan agar masyarakat sekitar bisa berkompetisi dengan tenaga kerja lainnya. Untuk itu, Tabrani menegaskan, dalam waktu dekat Dinas Tenaga Kerja akan mengecek apakah ketentun ini sudah diikuti.

Kewajiban ketiga, sebut dia, adalah pembayaran pajak. Jangan sampai, pengelola hotel melupakan kewajiban ini dan menunggak hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.