Pembebasan Lahan Tol Medan-Kualanamu Kelar Tahun Ini

Kompas.com - 12/08/2015, 15:00 WIB
Ilustrasi jalan tol. ShutterstockIlustrasi jalan tol.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hediyanto W Husaini mendorong penuntasan pembebasan lahan guna pembangunan jalan bebas hambatan Medan-Kuala Namu sepanjang 17,8 kilometer, rampung tahun ini.

Pekerjaan jalan bernama CSU-01 Toll Road Development of Medan Kualanamu ini berlokasi di Seksi 1A pada proyek Tol Medan Kuala Namu-Tebing Tinggi (MKTT) yang terdiri dari Seksi 1A.1 sepanjang 10,9 kilometer yang berawal di Tanjung Morawa, dan Seksi 1A.2 sepanjang 6,835 kilometer dan berakhir di Bandara Internasional Kuala Namu.

Sedianya, menurut rencana Seksi 1 dan 2 rampung tahun ini namun tertunda akibat pembebasan lahan yang belum tuntas. “Tampaknya akan terjadi penundaan-penundaan akibat lahan yang belum bebas. Untuk kita dahulukan pembebasan lahannya,” ujar Hediyanto, Selasa (11/8/2015).

Dia menjelaskan, kontrak pekerjaan Paket CSU-01 ini ditandatangani pada Desember 2011 dengan nilai kontrak (Adendum 7) sebesar Rp 1,4 triliun dengan kontraktor pelaksana CHEC-CSCHEC-HK (China Harbour Engineering-China State Construcion Eng.Corp), dan PT Hutama Karya (Persero).

Mengacu pada UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, pemerintah akan memberikan tambahan dana masing-masing Rp 50 juta untuk percepatan pembebasan oleh tim penilai.

Untuk itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengalokasikan dana tambahan tersebut pada tiga lokasi pembebasan yang dipercepat yakni di Perbarakan, Tanjung Morawa, dan persimpangan ujung Kuala Namu.

"Kita dahulukan bagian-bagian yang bisa mengganggu pembangunan. Walaupun belum ada gangguan sama sekali karena progres pekerjaan Hutama Karya dan China Harbour Engineering masih baik. Kita mengharapkan persoalan pembebasan tanah bisa selesai pada 2015," tandas Hediyanto.

Kebutuhan pembebasan lahan juga terdapat di seksi Parbarakan-Tebing Tinggi. Ruas ini membentang sepanjang 44 kilometer yang terdiri dari lima seksi yaitu, Parbarakan-Lubuk Pakam, Lubuk Pakam-Perbaungan, Perbaungan-Teluk Mengkudu, Teluk-Mengkudu-Sei Rampah, Sei Rampah-Rambutan.

Hediyanto mengatakan, progres pembebasan lahan di empat seksi ini sudah mencapai 70 persen hingga 100 persen. Namun di seksi terakhir mendekati Tebing Tinggi (Sei Rampah - Rambutan) pembebasannya baru mencapai 40 persen.

“Kita harus fokus supaya ini cepat terselesaikan. Kita berharap seksi III hanya terlambat enam bulan dari penyelesaian. Mudah-mudahan Juni 2016 pembebasan lahannya hingga seksi III bisa selesai. Sementara hingga seksi ke lima bisa rampung pada 2017,” ucap Hediyanto seraya menambahkan, total panjang jalan tol Tanjung Morawa-Parbarakan-Kuala Namu-Tebing Tinggi 61,3 kilometer.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X