Target Meleset, Perumnas Cetak Pendapatan Cuma Rp 600 Miliar

Kompas.com - 07/08/2015, 09:17 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor properti, Perum Perumnas, mencatat pendapatan semester I-2015 sebesar Rp 600 miliar. Angka ini masih cukup jauh dari target pendapatan tahun ini, yaitu sebesar Rp1,6 triliun.

Menurut Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto, hal tersebut disebabkan karena penjualan properti tengah mengalami penurunan.

"Properti menengah ke atas mengalami penurunan penjualan. Bukan hanya Perumnas, tapi banyak pengembang lain juga begitu. Kalau di middle up cukup tinggi penurunannya bisa 40-50 persen. Ada satu pengembang besar sampai 70 persen," ujar Himawan di kantor pusat Perumnas, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Dia melanjutkan, banyak hal yang menyebabkan penurunan ini, salah satunya adalah kebijakan bank. Pada semester satu 2015, Bank Indonesia masih menerapkan kewajiban pembayaran uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 30 persen.

Hal senada diutarakan Direktur Pemasaran Muhammad Nawir. Menurut dia penurunan banyak terjadi pada penjualan properti menengah ke atas yang dipegang oleh anak perusahaan Perumnas. Namun untuk hunian menengah ke bawah, masih cukup stabil.

Nawir mengatakan, faktor lain dari penurunan properti menengah ke atas, khususnya apartemen, adalah pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS. "Komponen untuk apartemen kan banyak yang impor, sehingga biayanya akan lebih meningkat," sebut dia.

Meski begitu, dia tetap optimistis target pendapatan penjualan Rp 1,6 triliun bisa tercapai. Dengan adanya program satu juta rumah yang dicanangkan Pemerintah, bisa membantu penjualan Perumnas. Dalam program ini, Perumnas menargetkan akan membangun 36.000 unit.

Himawan menyebutkan, dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, Perumnas akan membangun 200 menara apartemen dan rumah susun. Hingga saat ini, sudah terbangun 37 menara. Sedangkan sebanyak 20 menara sudah siap dibangun.

Saat ini, Perumnas tengah mencari pembiayaan, salah satunya adalah dari pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun. Setelah PMN cair, kata Himawan, Perumnas dimungkinkan bisa mengejar pembangunan pada tahun depan.

"Rancangan kebutuhan untuk 100 ribu unit rumah per tahun Rp 11 triliun. Skemanya itu bisa dari PMN, subsidi, atau kebijakan soft loan," sebut Himawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.