Kompas.com - 20/05/2015, 22:39 WIB
PT Adiwisesa Mandiri menyediakan Truck Wacker sebagai sarana edukasi penggunaan mortar sebagai perekat ubin. Arimbi RamadhianiPT Adiwisesa Mandiri menyediakan Truck Wacker sebagai sarana edukasi penggunaan mortar sebagai perekat ubin.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini, masyarakat cenderung tidak memperhatikan bagaimana mengaplikasikan perekat ubin, pengisi nat, pelapis anti bocor, pelapis batu alam, dan aplikasi acian. Akibatnya, ubin atau keramik mudah pecah atau rusak.

Produsen perekat ubin PT Adiwisesa Mandiri telah mengedukasi masyarakat, khususnya para tukang dan kontraktor, dengan mengadakan workshop atau pelatihan selama sehari penuh sejak 2012.

Menurut Direktur PT Adiwisesa Mandiri Building Albertus Indra Sasmitra, kesadaran masyarakat dalam menggunakan mortar atau perekat, masih sangat kurang.

"Di Indonesia masih kecil kesadaran untuk memakai mortar. Untuk high rise memang sudah umum digunakan. Tapi kalau untuk residensial, sebagian besar masih konvensional," ujar Albertus kepada Kompas.com, di Kantor Pusat AM, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Hingga saat ini, lanjut Albertus, konsumen senang memilih keramik, keran, atau toilet. Konsumen bahkan mau datang langsung ke toko. Namun, menempel benda-benda tersebut pada permukaan atau media tertentu, tidak pernah dipikirkan dan menyerahkannya pada tukang.

Sayangnya, seringkali para tukang mempertahankan metode konvensional, yaitu dengan cara mengayak pasir, baru kemudian dicampur dengan air. Metode seperti ini tidak efektif karena menghabiskan waktu dan tenaga.

Selain itu, metode ini juga tidak menjamin kualitas perekatnya kuat dan tahan lama, karena bisa saja campurannya kurang. Padahal, fungsi mortar yang baik harus memiliki jaminan mutu bagus, misalnya tidak membuat ubin meledak (popping).

Pemakaian mortar juga memungkinkan konsumen tidak perlu membongkar ubin seluruhnya, namun bisa langsung ditimpakan dengan ubin yang baru. Hal ini cukup disarankan, karena selain lebih bersih juga hemat waktu.

Mulai 2013, Adiwisesa menggagas cara pengedukasian baru yaitu menyediakan satu truk khusus bernama Truck Wacker. Melalui truk ini, konsumen atau tukang, bisa mendapatkan penjelasan langsung dari pegawai Adiwisesa.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan melalui program "Ayo Membangun" di Jakarta.

"Sebelumnya kita rutin mengadakan workshop, kita yang mendatangi. Tahun ini diubah penyampaiannya, yaitu dengan menyediakan wadah untuk edukasi bagaimana membangun rumah yang baik," ujar National Sales & Marketing Manager Jenmie Srihartaty.

Jenmie menuturkan, perusahaan tengah mencanangkan 100 acara di 7 cabang AM untuk mengedukasi masyarakat. Mereka bekerja sama dengan para mitra yang punya visi serupa, yaitu pemasok bahan baku dari Jerman. Sudah sewajarnya konsumen menggunakan mortar sebagai perekat karena hemat waktu, lebih bersih, dan efisien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.