Kompas.com - 09/05/2015, 14:14 WIB
Jalur pedestrian yang disiapkan pemerintah Singapura selama pengembangan proyek infrastruktur Line 3 Jalan Besar Stasion. Gambar diambil, Jumat (8/5/2015). HBA/KOMPAS.comJalur pedestrian yang disiapkan pemerintah Singapura selama pengembangan proyek infrastruktur Line 3 Jalan Besar Stasion. Gambar diambil, Jumat (8/5/2015).
|
EditorHilda B Alexander
SINGAPURA, KOMPAS.com - Jakarta boleh saja mengungguli Singapura dalam penyelesaian pembangunan pencakar langit dengan ketinggian di atas 200 meter selama 2014. Namun, bagaimana proses pencakar langit tersebut dibangun, dan bagaimana manajemen proyek yang baik, Singapura masih di atas Jakarta.

Kota ini bisa menjadi acuan bagi Jakarta bagaimana sebuah gedung tinggi, atau proyek lainnya secara umum, termasuk infrastruktur, dibangun tanpa menimbulkan potensi gejolak sosial, ekonomi, dan terganggunya aktivitas warga kota.

Hal itu terlihat dari pengembangan apartemen Highline Residences yang dibangun salah satu raksasa properti Singapura yakni Keppel Land. Hunian vertikal yang berlokasi di kawasan Tiong Bahru, ini dibangun dengan rapi. Situs proyek dipagari seng bercat putih bersih. Di sekitar area, tertutup rapat, tak ada sejengkal pun lahan terbuka dengan tanah berceceran memenuhi jalan di sekitarnya. 

Truk pengangkut material bangunan, dan alat berat, diparkir di tempat yang telah disediakan. Sebelum kendaraan besar ini ulang alik dari dan menuju situs proyek, harus dalam keadaan bersih. 

HBA/KOMPAS.com Proyek infrastruktur Line 3 Jalan Besar Stasion dikelola dengan rapi, termasuk menutupnya dengan hoarding yang berisikan informasi proyek. Gambar diambil pada Jumat (8/5/2015).
Demikian halnya proyek properti multifungsi Farrer Square di jantung kawasan Little India, atau sekitar Stasiun MRT Farrer Park. Situs proyek dipagari secara rapi, dan glamor dengan hoarding bertema properti yang ditawarkan. Serupa dengan Highline Residences, Farrer Square pun rapi jali, dan resik.

Begitu pula dengan pengembangan proyek untuk fasilitas sosial, umum, maupun rumah ibadah. Mesjid Sultan yang berada di Kampong Glam, dan sedang direnovasi juga dikerjakan secara rapi. Sehingga para wisatawan yang berkunjung tidak merasa terganggu dengan aktivitas renovasi.

Bagaimana dengan proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah? Jalur 3 Jalan Besar Station dibangun dengan perencanaan yang matang. Sebelum realisasi pembangunan pemerintah kota Singapura melakukan simulasi arus lalu lintas secara digital. Sehingga diketahui ruas-ruas mana yang potensial mengalami penumpukan kendaraan, bagaimana dengan para pejalan kaki, dan pelimpahan arus lalu lintas, dan sebagainya. Semua dilakukan dengan pertimbangan matang.

Pejalan kaki terhindar dari debu proyek karena sudah disediakan sebelumnya jalur pedestrian di sepanjang proyek jalur infrastruktur baru ini. Bahkan, di beberapa ruas, dipagari secara permanen dengan besi bercat hijau.

HBA/KOMPAS.com Renovasi Masjid Sultan di Kampong Glam, dikerjakan tak kalah rapi, dengan manajemen proyek mumpuni. Gambar diambil Kamis, (7/5/2015).
Bagaimana dengan Jakarta? Kita bisa melihat, betapa jorok dan kotornya area di sekitar lokasi atau situs proyek, baik proyek yang dikembangkan swasta maupun pemerintah. Tengok saja di Jl Gatot Subroto, tengah dibangun properti multifungsi mewah The St Regis dan perkantoran Capital Place. Adukan semen bertebaran di jalan sekitar proyek.

Bergeser sedikit ke arah perempatan Kuningan, tengah dikerjakan proyek infrastruktur jalan layang (fly over) Gatot Subroto sisi selatan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.