Kompas.com - 18/04/2015, 10:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KARAWANG, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui anak usaha PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung) memulai konstruksi Tamansari Mahogany di Teluk Jambe, Karawang Barat, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2015).

Apartemen strata ini diklaim sebagai yang pertama di kawasan Karawang. Berdiri di atas lahan seluas 2 hektar, Tamansari Mahogany dirancang sebanyak tiga menara yang terbagi atas apartemen dua menara, dan kondotel satu menara. Menara pertama dipasarkan sebanyak 794 unit.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Property WIKA Gedung, Nur Al Fata, menjelaskan, pengembangan Tamansari Mahogany untuk menjawab kebutuhan para profesional yang bekerja di ratusan perusahaan sekitar Karawang Barat. 

"Dalam satu dekade terakhir industri di Karawang Barat, tumbuh sangat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat pasca krisis finansial global 2008. Lonjakan penanaman modal asing (PMA) juga sangat signifikan. Hingga Maret 2015 nilai PMA yang ditanamkan sebesar 3 miliar dollar AS, dan penanam modal dalam negeri (PMDN) Rp 3 triliun," papar Nur Al Fata kepada Kompas.com, Sabtu (18/4/2015).

Nur Al Fata menuturkan, pertumbuhan investasi di sektor industri tersebut secara otomatis menstimulasi pertumbuhan permintaan akan hunian, dan fasilitas properti komersial lainnya. "Di mana ada industri akan bermunculan sarana-sarana fasilitas," imbuh Nur Al Fata.

Sejak dipasarkan perdana pada November 2014, menara perdana sudah terserap 40 persen dengan nilai Rp 80 miliar. Dari total yang terjual, 60 persen di antaranya tipe studio dengan harga Rp 200 jutaan. 

"Menara kedua rencananya akan dilansir pada Agustus 2015 dengan jumlah yang sama yakni 794 unit, sedangkan kondoteknya 250 unit," tambah Manager Unit Property Tamansari Mahogany, Bram Ibrahim.

Selain apartemen, dan kondotel, di kawasan pengembangan Tamansari Mahogany juga dikembangkan ruko sebanyak 45 unit dengan patokan harga Rp 13 juta per meter persegi.

Untuk merealisasikan Tamansari Mahogany yang rampung dlam empat tahun ke depan ini, WIKA Gedung mengalokasikan anggaran senilai Rp 700 miliar. 

"Komposisi pendanaan sekitar 40 persen berasal dari ekuitas perusahaan dan mitra, 60 persen pinjaman perbankan dan penjualan," ungkap Direktur Utama WIKA Gedung, Ridwan Abdul Muthalib.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.