Kompas.com - 29/03/2015, 06:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kampanye penghematan energi atau yang biasa dikenal dengan sebutan 'Earth Hour' pada Sabtu (28/3/2015) pukul 20.30 - 21.30 WIB turut juga dilakukan salah satu hotel bergengsi di Jakarta, JW Marriott.

Hotel yang berlokasi di wilayah Mega Kuningan, Jakarta Selatan tersebut mengklaim aksi 'Earth Hour' yang berlangsung selama satu jam, mampu menghemat energi sebesar 500 kilowatt.
 
"Dalam satu jam ini, kami bisa menghemat energi sebesar 500 kilowatt. Hal tersebut dilakukan hanya dengan mematikan 85 persen listrik dalam hotel, seperti pada lobi, restoran, ruang tunggu, outlet, dan pintu masuk utama," ujar Resident Manager Hotel JW Marriott Jakarta, Girish Talreja kepada Kompas.com.
 
Girish menjelaskan, 15 persen listrik untuk beberapa peralatan di dalam hotel tetap digunakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung serta penghuni yang sedang singgah. Ada pun peralatan tersebut, di antaranya adalah cctv, alat deteksi, dan alat proteksi kebakaran.
 
"Sisanya tetap dibiarkan aktif agar para pengunjung serta penghuni hotel tetap merasa aman dan nyaman. Beberapa lampu juga dibiarkan hidup dengan penggunaan minimum hanya untuk sekadar memberi penerangan jalan hotel," tambah Girish.
 
Selain itu, ungkap Girish, pihak hotel juga telah meminta para penghuni kamar untuk meminimalisasi penggunaan pencahayaan serta berbagai alat elektronik pada saat 'Earth Hour'. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak partisipasi penghuni dalam kampanye penghematan energi tersebut.
 
Dimas Jarot Bayu/Kompas.com Suasana 'Earth Hour' yang turut diselenggarakan di Hotel JW Marriott Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2015).
"Kami telah memberikan poster dan surat edaran kepada para penghuni kamar hotel. Kami ingin mereka turut berpartisipasi melakukan penghematan energi dan melestarikan bumi," papar Girish.
 
Selain melakukan penghematan energi, pengelola JW Marriott juga melakukan aksi pelestarian budaya lewat kerja sama dengan pengrajin batik, Parang Kencana. Menurut Girish, pengunjung serta penghuni hotel antusias dengan acara yang diselenggarakan yang awalnya merupakan besutan organisasi pemerhati lingkungan internasional, World Wild Fund (WWF).
 
"Kami melihat pengunjung dan penghuni antusias menyambut acara 'Earth Hour' ini. Sampai saat ini kami belum menerima komplain dari mereka,"  kata Girish.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (II)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (II)

Perumahan
[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

Berita
Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Berita
Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Konstruksi
Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Perumahan
Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Berita
Apa Beda Rumah 'Cluster' dengan 'Townhouse'? Ini Jawabannya

Apa Beda Rumah "Cluster" dengan "Townhouse"? Ini Jawabannya

Hunian
Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Hunian
KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

Berita
Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta 'One Satrio' Dibuka November 2022

Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta "One Satrio" Dibuka November 2022

Ritel
Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Interior
Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Berita
Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Ritel
Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Kawasan Terpadu
Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.