Kompas.com - 13/03/2015, 21:00 WIB
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di gedung Wisma Kosgoro, di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (10/3/2015). Kebakaran yang terjadi pada Senin malam ini bermula dari lantai 16 dan merembet ke lantai 20. Penyebab kebakaran masih ditelusuri. KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di gedung Wisma Kosgoro, di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (10/3/2015). Kebakaran yang terjadi pada Senin malam ini bermula dari lantai 16 dan merembet ke lantai 20. Penyebab kebakaran masih ditelusuri.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Bangunan tinggi yang memiliki sertifikat laik fungsi (SLF) di Jakarta baru mencapai 450 unit. Padahal, total jumlah bangunan di daerah ibukota ini mencapai 817 unit.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Penataan Kota Provinsi DKI Jakarta, Wiwit Djalu Adji, mengatakan saat ini Dinas Penataan Kota baru mencatat 450 bangunan tinggi yang memiliki SLF. Sedangkan yang masih dalam tahap konstruksi mencapai 300 bangunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau data mengenai bangunan tanpa SLF kami gak punya. Tapi sementara bangunan dengan SLF yang tercatat baru mencapai 450 unit. Sedangkan yang dalam tahap konstruksi di Jakarta ada 300 bangunan,” ujar Wiwit ketika diwawancarai Kompas.com di kantor Dinas Teknis DKI Jakarta, Jatibaru, Jakarta Pusat, Kamis (12/03/2015).

Meski masih ada bangunan tinggi yang belum tercatat memiliki SLF, Wiwit menjelaskan pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan penyegelan kembali tahun 2015 ini.

“Belum, belum ada rencana penyegelan bangunan saat ini. Tapi dalam 2015 ini ada 50-100 bangunan yang SLF-nya habis. Kami akan berfokus ke bangunan-bangunan ini dulu. Kami akan berikan surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengelola,” lanjut Wiwit.

Pentingya SLF bagi pengelola sebelum mengoperasikan gedungnya, ditegaskan Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi (HAKI), Davy Sukamta. Mendurut Davy, SLF sangat penting dan harus dimiliki setiap gedung yang akan beroperasi agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran Wisma Kosgoro, tidak terjadi.

"Sertifikat ini harus diperpanjang setidaknya lima tahun sekali. Dinas Penataan Kota adalah pihak yang paling bertanggungjawab dalam penerbitan SLF dengan salah satu rekomendasinya dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta," tutur Davy, Selasa (10/3/2015).

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 126 bangunan tinggi di Jakarta rawan kebakaran. Sebagian dari gedung-gedung tersebut belum memiliki sistem proteksi kebakaran, sebagian sudah memiliki namun kondisinya tidak terawat, serta minimnya tenaga teknisi yang mengoperasikan sistem proteksi kebakaran.

Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Bencana (PKPB) Provinsi DKI Jakarta, 126 gedung tersebut terbagi atas 37 milik pemerintah dan 89 milik swasta.

Ada pun jenis bangunannya, terdiri dari perkantoran (75 bangunan), apartemen (29 bangunan), hotel (9 bangunan), pusat perdagangan dan mal (1 bangunan), institusi (8 bangunan), dan gedung multifungsi atau mixed use (4 bangunan). Sedangkan 261 bangunan masih belum terdata karena merupakan gedung baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.