Rp 5 Triliun untuk Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera

Kompas.com - 23/02/2015, 17:30 WIB
Ilustrasi pembangunan jalan tol kompas.com/ syahrul munirIlustrasi pembangunan jalan tol
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - 
Untuk menyukseskan percepatan pembangunan infrastruktur di koridor ekonomi Sumatera, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan telah menganggarkan Rp 5 triliun untuk pembebasan lahannya.

"Kita telah mengganggarkan Rp 5 triliun untuk pembebasan lahan dalam pembangunan
infrastruktur di koridor ekonomi Sumatera. Kita juga akan membangun fasilitas sanitasi di
sepanjang koridor ekonomi Sumatera,” ujar Basuki saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta, Senin (23/02/2015).

Untuk tahun ini, kata Basuki, dana yang dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 110 miliar. "Cicilan" alokasi tersebut dimaksudkan untuk melihat terlebih dahulu bagaimana proses pembangunan infrastruktur. Bila berjalan baik, sisa anggaran dari total Rp 5 triliun tersebut dapat digunakan oleh perusahaan konstruksi.

"Sementara di tahun 2015 ini hanya menganggarkan Rp 110 miliar untuk pembebasan lahan. Tapi kalau progresnya bagus, sisa anggaran dari Rp 5 triliun ini bisa terus ditarik,” tandas Basuki.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN, Rini Soemarno, menyatakan proyek percepatan
pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatera, terutama Lampung dan Sumatera Selatan akan mulai dilakukan kuartal I tahun 2015. Pembangunan ini melibatkan berbagai pihak baik institusi pemerintahan maupun perusahaan konstruksi milik negara.

“Pembangunan empat ruas Tol Trans Sumatera, antara lain Bakauheni-Terbanggi Besar, Palembang-Indralaya, Riau-Dumai, dan Medan-Binjai akan dimulai tahun 2015 ini. Pembangunan itu tidak terlepas dari Penyertaan Modal Negara (PNM) yang telah disetujui DPR untuk pembangunan infrastruktur senilai rp 290 triliun," ujar Rini.

Ada pun institusi pemerintahan yang akan melakukan koordinasi dalam proyek percepatan
pembangunan infrastruktur, antara lain Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah Lampung, serta Pemerintah Daerah Sumatera Selatan (Sumsel).

Pembangunan ruas jalan Tol Trans Sumatera akan dipimpin oleh perusahaan konstruksi BUMN, Hutama Karya. Sementara beberapa perusahaan konstruksi lainnya, antara lain Jasa Marga, Waskita, Wijaya Karya, Brantas, dan Adhi Karya akan disinergisasikan untuk menyukseskan pembangunan empat ruas tersebut.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X