Kocek Internal Masih Jadi Andalan Pengembang Bangun Properti

Kompas.com - 17/02/2015, 09:30 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com -
Dana internal perusahaan tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial, sepanjang 2014 lalu. Sementara dari sisi konsumen, mayoritas masih menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

Menurut riset Bank Indonesia, sebanyak 61,97 persen pengembang masih memanfaatkan kocek perusahaan. Sumber pembiayaan lain seperti modal disetor sekitar 34,75 persen, laba ditahan 26,94 persen, patungan ventura 2,33 persen, dan sumber lainnya 35,97 persen.

CEO Relife Property, Ghofar Rozaq Nazila, mengakui, pembiayaan yang berasal dari dana internal masih menjadi andalan. Tahun lalu dana internal yang digunakan sebanyak 40 persen dari total kebutuhan dana pengembangan proyek properti. 

"Sementara pinjaman perbankan mencatat komposisi 20 persen. Sisa 40 persen lainnya merupakan kontribusi dana dari investor yang bekerjasama dengan kami," jelas Ghofar kepada Kompas.com, Selasa (17/2/2015).

Ghofar melanjutkan, komposisi pembiayaan yang sama masih akan dilakukan tahun ini untuk pengembangan proyek-proyek baru. Di antaranya sekolah di Greenville Cileungsi, dan pembangunan sekolah usia dini di Greenland Tahap 2, Sawangan, serta beberapa proyek rumah baru lainnya.

"Komposisi pembiayaan seperti itu masih belum aman. Karena pendapatan berkelanjutan kami (recurring income) masih sangat minim, di bawah 10 persen. Untuk itu, kami akan menaikkan target pendaatan berkelanjutan menjadi 15 persen tahun ini," ungkap Ghofar seraya menargetkan pendapatan perusahaan senilai Rp 150 miliar.

KPR

Dari sisi konsumen, fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Hasil survei mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen yakni sebanyak 72,20 persen masih memilih KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial terutama rumah tipe kecil.

Ada pun tingkat bunga KPR yang diberikan oleh perbankan khususnya kelompok bank persero antara 9 persen hingga 12 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X