Sempat "Dikloning", Wangjing SOHO di China Akhirnya Resmi Dibuka

Kompas.com - 22/09/2014, 11:02 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Wangjing SOHO di China akhirnya resmi dibuka. Gedung yang dirancang oleh arsitek internasional Zaha Hadid itu sempat ramai dibicarakan setelah "dikloning" oleh arsitek lain. 

Wangjing SOHO merupakan pengembangan proyek mixed-use terdiri dari tiga struktur yang membuatnya menjadi landmark paling menonjol dalam perjalanan dari bandara di Beijing ke pusat kota. Volume gedung ini disusun sebagai trio puncak gedung yang megah menghadap ke kota. Menara tertingginya mencapai ketinggian 200 meter.

Sebagai daya tarik, Wangling SOHO juga dirancang dengan full cahaya lampu LEED. Pencahayaan itu berhasil merumuskan khas gedung bertingkat tinggi dengan tipologi yang tidak hanya dalam bentuk melengkung besar, tetapi juga dalam upaya keberlanjutan. Pasalnya, kompleks bangunan itu juga dilengkapi sistem penyaringan air minum murni, yang bahkan memenuhi standar air minum bagi astronot.

www.designboom.com Sebagai daya tarik, Wangling SOHO juga dirancang dengan full cahaya lampu LEED. Pencahayaan itu berhasil merumuskan khas gedung bertingkat tinggi dengan tipologi yang tidak hanya dalam bentuk melengkung besar, tetapi juga dalam upaya keberlanjutan.
Sebelumnya, China diketahui berhasil membuat "kloning" dari sejumlah gedung terkenal di dunia, mulai dari Ronchamp Chapel dan Menara Eiffel di Perancis hingga tiruan kota Hallstatt di Austria. Namun, meski "berhasil" mendirikan bangunan-bangunan megah tersebut, tampaknya negara itu harus mulai membuat bangunan megah yang tidak mencontek hasil karya orang lain. Pasalnya, arsitek asal Inggris, Zaha Hadid, pernah berjanji akan mengambil langkah hukum setelah melihat pembangunan di kota Chongqing.

Menurut Hadid, pembangunan tersebut merupakan "arsitektur bajakan" dari Wangjing Soho di Beijing. Pada awalnya, Hadid tampak tenang menghadapi ide pembangunan gedung hasil "kloning" tersebut selama pembangunannya tidak serta-merta mencontek keseluruhan desain aslinya.

www.designboom.com Sebagai daya tarik, Wangling SOHO juga dirancang dengan full cahaya lampu LEED. Pencahayaan itu berhasil merumuskan khas gedung bertingkat tinggi dengan tipologi yang tidak hanya dalam bentuk melengkung besar, tetapi juga dalam upaya keberlanjutan.
"Kami akan meminta sang peniru tersebut segera menghentikan pembangunan, mengganti eksterior bangunan, meminta maaf, dan memberikan kompensasi," ujar pengacara, Nighel Calvert, kepada Guardian.

Hebatnya, "versi kloning" di Chongqing tersebut selesai lebih awal daripada bangunan aslinya di Beijing. Pengembang yang membangun "gedung bajakan" tersebut merasa tidak bersalah. Mereka bahkan mengatakan, bentuk bangunan yang mereka bangun itu terinspirasi dari bebatuan yang ada di Sungai Yangtze, bukan dari kreasi Hadid di Beijing.

Tampaknya, meski memiliki kemungkinan memenangi gugatan, menurut pengacara yang berbasis di Shanghai, You Yunting, Hadid kemungkinan besar hanya mendapatkan kompensasi dan tidak dapat meruntuhkan gedung tiruan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.