Lampung Menanti Jembatan Selat Sunda

Kompas.com - 07/08/2014, 17:57 WIB
Menara Siger di Lampung. ARSIP INDONESIA.TRAVELMenara Siger di Lampung.
|
EditorHilda B Alexander
LAMPUNG, KOMPAS.com - Para pengembang dan pebisnis yang beroperasi di kawasan Lampung, sangat menantikan realisasi pembangunan infrastruktur Jembatan Selat Sunda (JSS) dan Kawasan Industri Strategis Selat Sunda (KSISS). Pasalnya, kehadiran JSS/KSISS bakal menstimulasi pertumbuhan pasar properti lebih melesat lagi.

Demikian Ketua DPD REI Lampung Tata Indra mengutarakan harapannya terkait perkembangan sektor properti dan pembangunan infrastruktur di Lampung kepada Kompas.com, Kamis (7/8/2014).

"Megaproyek JSS dan KSISS menimbulkan efek ikutan yang sangat luar biasa. Selain dapat mempersingkat waktu tempuh, juga berdampak pada gairah perekonomian, khususnya sektor properti. Akan banyak investor dan pemain besar yang tertarik membangun rumah, pusat belanja, dan hotel di sini," ujar Tata.

Selama ini, waktu tempuh Banten-Lampung menggunakan moda transportasi laut sekitar 4 jam. Sementara bila JSS yang membentar 25 kilometer dibangun, waktu tempuh menjadi hanya sekitar 30 menit.

Menurut Tata, saat ini saja, Lampung sudah dimasuki pengembang-pengembang besar seperti Ciputra Group dan PT Bakrieland Development Tbk. Keduanya mengembangkan megaproyek CitraGarden Lampung dan Kalianda Resort. Mereka masuk karena Lampung memiliki sejumlah potensi.

Infrastruktur bandaranya, kata Tata, akan ditingkatkan menjadi bandara internasional. Sedangkan pelabuhan lautnya berklasifikasi tingkat A yang berarti sangat layak untuk disinggahi kapal-kapal bertonase besar. "Infrastrukturlah yang memicu Lampung menjadi lebih terbuka dan mampu bersaing dengan kawasan lainnya di Indonesia," tandas Tata.

Bahkan, di subsektor perhotelan, jaringan hotel nasional, Dafam Hotels, mengembangkan dan mengelola dua portofolio sekaligus yakni Luxury Dafam Hotel sebanyak 70 kamar dan Grand Dafam Hotel sebanyak 169 kamar. Masing-masing hotel tersebut akan beroperasi pada Oktober dan Desember 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Corporate Public Relation Manager Dafam Hotels, Ninik Aryanti, Lampung punya potensi yang luar biasa untuk dieskplorasi secara maksimal. Selain kaya akan destinasi wisata, pertumbuhan ekonominya juga relatif mendukung gairah subsektor perhotelan dan properti secara umum, yakni berada pada kisaran 5 persen-6 persen.

"Hal itu memicu pertumbuhan bisnis dan industri meeting, incentives, conference and exhibition (MICE). Untuk mengadakan acara MICE saja, kapasitas ruang yang ada tidak mencukupi karena tidak dapat menampung banyaknya kebutuhan," papar Ninik.

Lebih jauh Ninik mengatakan, saat ini tingkat okupansi (city occupancy)  hotel di kota Lampung saja mencapai rerata 65 persen. "Tingkat okupansi ini tidak mustahil akan mencapai lebih dari 80 persen bila JSS beroperasi," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X