Bungker Bekas Perang Dingin Dijual Rp 7 Miliar

Kompas.com - 21/07/2014, 15:00 WIB
Tampak depan bungker Plymouth, Devon, Inggris. www.dailymail.co.ukTampak depan bungker Plymouth, Devon, Inggris.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Sebuah bungker peninggalan Perang Dingin dijual seharga 350.000 poundsterling atau setara Rp 7 miliar. Bungker ini dirancang sebagai rumah untuk melindungi para pemimpin di Plymouth, Devon, Inggris, dari ancaman musim dingin dan serangan nuklir Uni Soviet (kini Rusia).

Strukturnya terbuat dari beton dan mulai dibangun pada 1952. Bungker ini, memiliki dinding yang sangat tebal dengan 56 kamar di dalamnya. Layaknya bangunan tempo dulu, material yang membentuk bungker ini betul-betul kokoh. Pintunya saja terbuat dari baja anti karat dan ledakan.

www.dailymail.co.uk Di dalam bungker ini terdapat mesin-mesin pemasok energi.
Bangunannya cukup luas, sekitar 2.787 meter persegi dan dapat menampung hingga 150 orang. Di dalam bungker ini terdapat mesin generator yang dapat memasok persediaan panas dan cahaya selama beberapa bulan. Selain itu, terdapat ruang kerja yang memungkinkan pemerintah bisa menjalankan tugasnya bahkan setelah serangan nuklir berakhir.

Mesin generator yang dikembangkan di dalam bungker ini hanyalah sebagai pengganti dari pasokan listrik utama. Melangkah lebih jauh ke bagian belakang, terdapat septic tank  dan tangki bertenaga diesel berisi 30.000 liter.

www.dailymail.co.uk Ruang kerja.
Nama dan kode untuk bungker ini adalah Hope Cove R6. Segala kegiatan yang ada di dalamnya hanya berlangsung sampai 1999 hingga kemudian dibeli oleh petani lokal Trevor Brooking Lethbridge dan Derek.

Pasangan ini menggunakan bungker sebagai ruang penyimpanan arsip dan tempat untuk kegiatan amal dan pertunjukan seni.

www.dailymail.co.uk Salah seorang pemilik dari pasangan Lethbridge dan Derek.
Lethbridge mengatakan, Hope Cove R6 merupakan salah satu dari 17 bungker yang dibangun di seluruh Inggris selama Perang Dingin"Kami memutuskan untuk membelinya meskipun kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan kemudian di bungker ini," ujar Lethbridge.

Sementara Derek menjelaskan, mereka membeli bungker ini sebagai investasi. Selain itu, bisa juga digunakan untuk kepentingan komersial atau sebagai tempat pengumpulan dana, kegiatan kesenian dan lain-lain.

Selama mengelola bungker tersebut, pasangan ini mendapat penghasilan sewa dari kegiatan-kegiatan amal atau pertunjukan seni senilai Rp 197,5 juta per tahun.


Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X