Bisa Dicontoh... Ini Kesempatan Menekan Polusi Bising di Kota Besar!

Kompas.com - 03/07/2014, 13:01 WIB
Pengguna kendaraan tersendat di jalan tol memasuki Halim, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2013). Kemacetan menjadi problematika perkotaan, perlu pemetaan masalah dan upaya bersama untuk pemecahannya.
KOMPAS/AGUS SUSANTOPengguna kendaraan tersendat di jalan tol memasuki Halim, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2013). Kemacetan menjadi problematika perkotaan, perlu pemetaan masalah dan upaya bersama untuk pemecahannya.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Para peneliti dari International Council of Academies of Engineering and Technological Sciences (CAETS) di Swedia rupanya sudah menemukan metode sederhana untuk menekan suara bising atau polusi suara di kota-kota besar. Salah satu caranya dengan menekan sumber kebisingan tersebut.

Masyarakat, dan tentu saja pemangku kepentingan di kota, bisa mulai memikirkan penyediaan akustik berkualitas baik dalam gedung baru maupun jaringan jalan. Dengan kata lain, penekanan suara bising di kota berhubungan erat dengan proses perancangan kota.

Laporan dari CAETS Noise Control Technology Comitee (NCTC) dan International Institute of Noise Control Engineering ini disusun oleh Tor Kihlman dan Wolfgang Kropp dari Chalmers University of Technology di Gothenburg, Swedia, serta William W. Lang dari Noise Control Foundation di Poughkeepsie, New York, Amerika Serikat. Laporan lengkapnya bisa Anda akses di tautan ini.

Laporan tersebut menyarankan para perencana perkotaan untuk merancang penempatan bangunan-bangunan tinggi dengan tepat agar bisa menjadi penghalang suara. Mereka juga diminta untuk menurunkan batas kecepatan kendaraan, khususnya pada waktu malam, serta meningkatkan kualitas permukaan jalan. Pasalnya, kedua hal ini bisa menekan suara bising.

Kemudian, para perencana perkotaan juga diminta untuk mendesain kota yang "ramah" bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Terakhir, transportasi umum seharusnya diatur dengan lebih baik. Alat transportasinya sebaiknya moda transportasi massal yang lebih hening dan bisa menampung banyak masyarakat. Hal ini bisa menekan jumlah pengendara mobil.

"Kebanyakan dari hal-hal yang diperlukan tersebut ideal untuk kota-kota padat penduduk," ujar Tor Kihlman dalam pernyataan pada Fastcodesign.com.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa hal ini bisa juga memiliki efek positif pada perubahan iklim. Lantas, apa efek suara bising hingga sebaiknya menjadi perhatian para pemangku kepentingan?

Seperti dikutip dalam Fastcodesign.com, bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa suara bising berakibat buruk pada kualitas tidur penduduk kota, peningkatan tekanan darah, peningkatan detak jantung, penyakit jantung, dan peningkatan risiko kehilangan pendengaran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X