Kompas.com - 30/06/2014, 11:39 WIB
Properti gaya hidup untuk memenuhi prestis, simbol status dan koleksi. HBA/KOMPAS.comProperti gaya hidup untuk memenuhi prestis, simbol status dan koleksi.
|
EditorHilda B Alexander
SINGAPURA, KOMPAS.com - Sudah menjadi rahasia umum, para pengembang mancanegara menjadikan Indonesia sebagai target pasar. Tak terkecuali Pacific Star Holdings Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Bukan sembarang produk yang mereka tawarkan, melainkan lifestyle property (properti gaya hidup).

Pengembang ini memasarkan Puteri Cove Residence di Johor Bahru, Malaysia. Tak seperti properti biasa lainnya, properti gaya hidup dirancang untuk memenuhi kebutuhan prestise, dan simbol status pembelinya. Oleh karena itu, fitur-fitur yang melengkapinya pun harus didesain sedemikian rupa agar tidak terjebak menjadi produk massal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Properti lifestyle ibarat jam tangan "Rolex". Jam ini bisa membuat penggunanya percaya diri dan diterima dalam pergaulan sosial dunia. Begitu pun dengan properti gaya hidup, harus memiliki kualitas, lokasi dan fitur-fitur premium," jelas COO and President Pacific Star Holdings Pte Ltd, Glen Chan, kepada Kompas.com, Jumat (27/6/2014).

Puteri Cove Residence, kata Glen, punya semua yang dibutuhkan oleh orang kaya Indonesia. Sebut saja marina lengkap dengan dermaga yang khusus didedikasikan untuk para penghuni. "Fitur seperti ini jarang ditemui, terlebih pemandangannya langsung ke negeri Singapura. Makanya ini dijadikan sebagai salah satu properti koleksi," imbuh Glen.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, lifestyle property didefinisikan sebagai hunian mewah yang memiliki ciri-ciri dan merefleksikan gaya hidup dengan beberapa fasilitas penunjang status para calon pembeli.

"Selain fitur dermaga, properti gaya hidup juga bisa dilengkapi tempat penyimpanan anggur, parkir mobil di masing-masing unit apartemennya, atau bisa juga chef restoran terkenal yang dipanggil khusus ke unit apartemen pemilik yang bersangkutan," ujar Hendra, Senin (30/6/2014).

Tidak disewakan

Biasanya, lanjut Hendra, apartemen tersebut tidak dijual secara komersial untuk para investor. Tetapi cenderung ditawarkan kepada pengguna akhir (end user) yang memang menghargai fitur-fitur mewah seperti itu.

"Harga jualnya bisa 25 persen hingga 50 persen lebih tinggi ketimbang harga rerata apartemen mewah sekelas. Lagipula apartemen seperti ini digunakan untuk acara-acara tertentu seperti arisan, pesta ulang tahun, atau pesta pergantian tahun. Kalau disewakan, imbal hasilnya tidak sebanding dengan harga jualnya," tutur Hendra.

Baik Glen maupun Hendra sepakat, properti gaya hidup hanya untuk koleksi, gengsi, dan simbol status.

Orang Indonesia sendiri, menurut Glen, banyak mengincar apartemen-apartemen dengan genre seperti ini. Mereka bahkan membeli sebanyak 8 persen dari total 660 unit apartemen Puteri Cove Residences. Padahal harganya dibanderol sekitar Rp 2,5 miliar untuk ukuran 55 meter persegi hingga Rp 20 miliar untuk ukuran 330 meter persegi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.