Kompas.com - 22/06/2014, 13:00 WIB
Citra kondominium dan pusat rekreasi Forest City Iskandar Malaysia. thestaronlineCitra kondominium dan pusat rekreasi Forest City Iskandar Malaysia.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Proyek reklamasi pulau buatan Forest City di Selat Johor, telah membuat Singapura kegerahan. Namun, Malaysia memastikan reklamasi tersebut aman bagi lingkungan, seiring dengan laporan pengembang mengenai analisis dampak lingkungan yang memenuhi Undang-undang Lingkungan 1974.

Lantas, seperti apa megaproyek yang memaksa kedua negara jiran ini "bersitegang"?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Forest City merupakan hasil kolaborasi strategis antara pengembang Tiongkok, Country Garden Holdings Co Ltd dengan Kumpulan Prasarana Rakyat Johor (KPRJ). Tak tanggung-tanggung, total luas lahan yang dibutuhkan untuk megaproyek ini 2.092 hektar.

Forest City digadang-gadang bakal menjadi proyek reklamasi terbesar di Malaysia. Di dalamnya mencakup hunian mewah, properti komersial pusat belanja, resor, hotel, perkantoran, taman, destinasi rekreasi, dan lain-lain.

Tak mengherankan bila proyek raksasa ini membuat Singapura gempar. Pasalnya, lokasi proyek dekat dengan jalur persimpangan kedua (second link) menuju Singapura. Selain itu, Forest City dirancang sebagai ikon dan pusat wisata baru.

Terlebih, pemerintah Johor akan mempertimbangkan proyek reklamasi tersebut menjadi zona bebas bea terbesar di Malaysia, memanfaatkan kedekatannya dengan Singapura.

Lokasi pembangunan ini juga tak jauh dari proyek multimiliar dollar milik taipan Singapura, Peter Lim, bertajuk Motorsports City yang mencakup trek balap Formula 1, ruang pamer, tempat hiburan, dan hanggar mobil sport seluas 109 hektar.

Country Garden tercatat memiliki dana internal senilai Rp 4.223 triliun per 30 Juni 2013. Sementara KPRJ merupakan lengan investasi pemerintah negara bagian Johor. KPRJ memiliki 30 persen saham di Iskandar Waterfront Holdings Sgn Bhd (IWH) dan berkuasa atas lahan seluas 1.619 hektar di Iskandar Malaysia.

Country Garden sendiri sebelumnya sudah terkenal di wilayah Iskandar. Mereka menggarap Country Garden @ Danga Bay dengan nilai investasi Rp 37 triliun. Ini merupakan proyek perdana mereka yang mencakup kondominium sebanyak 9.000 unit tahun lalu.




Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.