Kompas.com - 19/06/2014, 17:02 WIB
|
EditorHilda B Alexander

CIKARANG, KOMPAS.com - Ekspatriat merupakan sasaran para pengembang yang membangun apartemen di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Mereka, sebagian besar berasal dari Jepang, Korea, Tiongkok, dan Taiwan.

Meski tidak ada angka pasti yang akurat, namun jumlah mereka cukup menjadi alasan kuat bagi para pengembang membangun hunian vertikal secara sporadis dan marak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk., Meow Chong Loh, mengatakan, jumlah ekspatriat terus bertambah seiring aktivitas investasi dan industri di sekitar Cikarang, khususnya di area East Jakarta Industrial Park (EJIP) yang dikembangkan Lippo Cikarang. Mereka bekerja di 700 industri yang beroperasi di EJIP. Belum lagi ekspatriat yang bekerja di kawasan industri (KI) Jababeka, MM2100, dan KI-KI lainnya.

"Tentu saja, para ekspatriat tersebut membutuhkan hunian yang praktis, nyaman, dan kondisi keamanan 24 jam. Kebutuhan hunian representatif terus tumbuh dari tahun ke tahun," ujar Chong kepada Kompas.com, Rabu (18/6/2014).

Cikarang, kata Chong, merupakan kawasan yang sudah matang dengan basis ekonomi industri, dan lengkap dengan fitur serta fasilitas penunjang yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakatnya. Tingkat hunian hotel dan rumah tapak yang disewakan saja selalu penuh terisi.

"Saat ini sulit mencari kamar kosong di Cikarang. Itulah mengapa, sudah saatnya bagi Cikarang untuk membangun hunian secara vertikal yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan para ekspatriat," imbuh Chong.

Hal senada dikatakan Direktur PT Lippo Cikarang Tbk., Ju Kian Salim. Menurutnya, potensi Cikarang sangat besar. Selain ekspatriat, infrastruktur dan jaringan transportasi juga menjadi stimulan tumbuhnya pasar apartemen di kawasan ini.

"Kami bekerjasama dengan pengembang lainnya untuk membangun akses langsung yang mengintegrasikan Cikarang dengan Jakarta, dan juga Bandung. Cikarang akan semakin strategis jika jalur kereta menuju Dukuh Atas, rampung terbangun," tandas Salim.

Tingginya potensi pasar apartemen di Cikarang, ditandai dengan tingkat penjualan Trivium Terrace. Apartemen senilai Rp 1 triliun  ini terbagi dalam tiga menara masing-masing North Tower, South Tower, dan The Suite. Dari total sebanyak 368 unit North Tower, 90 persen terserap pasar. Sementara North Tower sudah dibeli sebanyak 80 persen dari total 422 unit, dan 40 persen dari 362 unit The Suite sudah terjual.

Pertumbuhan juga terjadi pada harga jual. Saat perdana dilansir kepada publik tahun 2012 lalu, harganya dipatok Rp 350 juta per unit untuk tipe 33 meter persegi. Sekarang, harga sudah berada pada posisi Rp 450 juta per unit untuk tipe serupa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.