Bekasi Padat, Kawasan Industri Bergeser ke Karawang dan Subang

Kompas.com - 31/05/2014, 13:37 WIB
Dengan demikian, distribusi lahan KI yang siap masuk pasar untuk ditransaksikan hingga 2015 mendatang adalah sebagai berikut; KI Karawang sebesar 36 persen, KI Bekasi 26%, KI Serang 21%, Jakarta 10%, Tangerang 5%, dan Bogor 2%. www.shutterstock.comDengan demikian, distribusi lahan KI yang siap masuk pasar untuk ditransaksikan hingga 2015 mendatang adalah sebagai berikut; KI Karawang sebesar 36 persen, KI Bekasi 26%, KI Serang 21%, Jakarta 10%, Tangerang 5%, dan Bogor 2%.
|
EditorHilda B Alexander
KARAWANG, KOMPAS.com - Padatnya kawasan industri di Bekasi dan Cikarang membuka peluang bagi kawasan-kawasan industri di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat, untuk tumbuh dan berkembang. Terutama di Kabupaten Karawang dan Subang. 

Demikian prediksi Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Sanny Iskandar, terkait potensi kawasan industri baru di sekitar jalur pantai utara Jawa Barat usai dimulainya konstruksi Artha Industrial Hills, kepada Kompas.com, Sabtu (31 Mei 2014).

Menurut Sanny, Karawang diuntungkan karena posisinya di tengah-tengah antara Jakarta dan Cirebon yang dapat diakses dari tol Jakarta-Cikampek dan kelak Cikampek-Palimanan. Selain itu, harga jual lahan atau kavling relatif masih lebih rendah ketimbang kawasan industri di Bekasi, Cikarang atau Cilegon. 

Sementara Subang, menjadi incaran karena dekat dengan Pelabuhan Cilamaya dan juga akses tol Cikampek-Palimanan sehingga aktivitas distribusi industri manufaktur bisa dikirim melalui Pelabuhan Cirebon dan juga Cilamaya. 

"Kedua daerah ini akan tumbuh dan berkembang seiring terbatasnya pasokan di Bekasi. Perusahaan-perusahaan manufaktur akan menjadikan Karawang dan Subang sebagai basis ekspansi baru," kata Sanny. 

Meskipun secara umum, pertumbuhan kawasan industri selama kuartal I 2014 melambat, namun potensi munculnya kawasan-kawasan industri baru terbuka lebar. Pasalnya, Undang-undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, mengharuskan perusahaan-perusahaan manufaktur baru untuk beroperasi di dalam kawasan industri. 

"Saya prediksikan sepanjang tahun 2014 ini, lahan kawasan industri yang terserap seluas 350 hektar. Jauh menurun ketimbang kinerja tiga tahun terakhir. Pada 2011 terserap 1.200 hektar, 2012 terserap 650 hektar dan 2013 terserap 450 hektar. Perusahan otomotif masih menjadi penggerak utama dengan motornya Yamaha, Toyota, Honda dan Suzuki," jelas Sanny. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X