Pengembang Jepang Incar Mega Kuningan

Kompas.com - 23/05/2014, 17:00 WIB
The Hundred, Mega Kuningan. www.woodsbagot.comThe Hundred, Mega Kuningan.
|
EditorHilda B Alexander

Mega Kuningan dirancang sebagai kawasan diplomatik dan bisnis terpadu yang dilengkapi jaringan infrastruktur dan utilitas berstandar internasional. Selain properti komersial, di sini juga terdapat kantor-kantor kedutaan besar negara-negara sahabat.

Lahan Mega Kuningan terbagi atas delapan blok besar yang kemudian dikembangkan menjadi 44 sub-blok lagi.

Mereka yang beruntung dapat mengelola dan memanfaatkan lahan di sini, telah menuai keuntungan menggiurkan. Dari data Colliers International Indonesia, sektor perkantoran di CBD Jakarta menunjukkan kinerja positif dari tingginya tingkat hunian dan harga sewa.

Tingkat hunian berada pada posisi di atas 95 persen, sementara harga sewa mencapai level rerata 35 dollar AS hingga 45 dollar AS. Sementara residensialnya menembus angka sekitar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per meter persegi.

Kinerja positif ini yang "memaksa" PT Megakuningan International Property, PT JSI Tbk., dan juga Tokyu Land menyegerakan realisasi proyek mereka.

PT Megakuningan International Property akan membangun The Hundred di atas area seluas 1,1 hektar. Megaproyek ini mencakup gedung perkantoran 24 lantai, serta gedung apartemen dan hotel yang menjulang 50 lantai.

Guna merealisasikan proyek tersebut, PT Megakuningan International Property mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun. Dana konstruksi ini di luar lahan yang sudah mereka miliki sejak dulu.

Menurut Presiden Direktur PT Megakuningan International Property, Harjono Lee, dipilihnya kawasan Mega Kuningan sebagai wilayah garapan, karena cocok dengan kelas proyeknya yakni menyasar segmen pasar atas.

Sementara JSI bersiap mengembangkan lahan di lokasi terdepan, seluas 3,6 hektar sebagai properti multifungsi yang akan dimulai konstruksinya pada pertengahan 2015 mendatang.

Properti multifungsi tersebut bakal berisi perkantoran sebanyak dua menara, perhotelan juga dua menara dengan klasifikasi bintang tiga dan lima, serta ruang ritel yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penghuni perkantoran dan tamu hotel.

Presiden Direktur PT Jakarta Setiabudi International Tbk, Jeffri Darmadi, memastikan rencana perseroan tersebut.

"Aspek legal lahan sudah beres dan clear termasuk Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT), penetapan koefisien lantai bangunan (KLB), analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), dan lain sebagainya," tutur Jeffri.

Megaproyek ini diprediksi akan menelan dana sekitar 300 juta dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 3,4 triliun. Sebagian dana akan diambil dari hasil penjualan gedung perkantoran menara pertama seluas lebih kurang 60.000 meter persegi, sebagian lagi dari ekuitas perusahaan.

Tokyu Land sendiri dihadapkan pada pengembangan opsional. Menurut Ardian, terbuka kemungkinan membangun kondominium dan apartemen servis. "Yang pasti, kami sudah memiliki land bank di sini. Namun, luasannya tidak bisa kami publikasikan," ujar Ardian.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X