Nih... Rahasia Properti Indonesia Kebal dari Krisis!

Kompas.com - 21/05/2014, 17:42 WIB
Tak seperti Singapura dan Hongkong yang mengalami kejatuhan parah dan masih belum pulih hingga saat ini, Indonesia justru mampu bertahan dari krisis finansial global 2008.
www.shutterstock.comTak seperti Singapura dan Hongkong yang mengalami kejatuhan parah dan masih belum pulih hingga saat ini, Indonesia justru mampu bertahan dari krisis finansial global 2008.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis dan industri properti Indonesia memang mengenal siklus lima tahunan; masa pertumbuhan, masa puncak, dan penurunan, untuk kemudian tumbuh lagi. Namun, tak seperti Singapura dan Hongkong yang mengalami kejatuhan parah dan masih belum pulih hingga saat ini, Indonesia justru mampu bertahan dari krisis finansial global 2008.

Menurut Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, bisnis dan industri properti Indonesia, khususnya sektor perkantoran komersial, "imun" terhadap krisis, karena tidak ditopang hanya oleh penyewa atau perusahaan keuangan dan perbankan. Para penyewa ruang-ruang perkantoran merupakan perusahaan dari berbagai bidang, selain perbankan juga manufaktur, otomotif, konstruksi, dan lain sebagainya.

"Inikah yang membuat Indonesia bertahan dan terus tumbuh dengan kinerja meyakinkan. Hingga kuartal I 2914, tingkat hunian perkantoran di kawasan pusat bisnis (Central Business District) Jakarta mencapai 95 persen, demikian pula di kawasan non CBD Jakarta dengan tingkat hunian sekitar 97 persen," papar Ferry dalam presentasi kawasan-kawasan prospektif baru di Jakarta, kepada Kompas.com, Rabu (21/5/2014).

Sementara itu, Singapura dan Hongkong merupakan pusat keuangan internasional, ruang-ruang perkantorannya diisi oleh perusahaan-perusahaan dengan konsentrasi perbankan, serta jasa keuangan sehingga ketika krisis finansial terjadi pada 2008, berimbas pada penutupan kantor.

"Alhasil, gedung-gedung perkantoran di kedua kota tersebut mengalami kekosongan. Kinerja tingkat huniannya anjlok sebesar 30 persen. Hingga saat ini, kondisi masih belum pulih. Sementara Jakarta, justru semakin tumbuh," tutur Ferry.

Pertumbuhan sektor perkantoran tidak hanya terindikasi dari kinerja tingkat hunian yang memperlihatkan tren positif, juga kenaikan harga. Saat ini, harga sewa ruang perkantoran sewa di CBD Jakarta mencapai rerata 35 dollar AS per meter persegi, sedangkan jual perkantoran strata menembus angka Rp 30 juta per meter persegi.

Adapun harga sewa ruang perkantoran di luar CBD Jakarta, khususnya kawasan TB Simatupang, berada pada posisi tertinggi Rp 350.000 per meter persegi dan terendah Rp 150.000 per meter persegi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X