Kompas.com - 13/05/2014, 12:24 WIB
EditorLatief

Sejatinya, rencana Bank Mandiri mengakuisisi BTN itu sendiri merupakan isu lama. Pada 2005, Direktur Utama Bank Mandiri ketika itu, Agus D Martowardojo, sudah mengajukan rencana membeli BTN. Kemudian pada 2008, Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mengutarakan minatnya untuk meminang BTN pada Kementrian BUMN.

Namun, tak ada yang tahu sejak kapan Kementrian BUMN serius membuka potensi akusisi dan merger di bank BUMN. Kalau kita sedikit menengok ke belakang, pada Februari lalu, out of blue, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menyuarakan keinginan meminang BTN pada seorang pejabat di kementrian.

Kemungkinan besar, itu triger Kementrian BUMN memulai potensi perjodohan BTN. Tak hanya menghitung potensi mengkawinkan BRI-BTN, kementrian juga menghitung potensi BTN disandingkan dengan Bank Mandiri.

Hasilnya lebih terlihat jelas. Kementrian BUMN yang menilai, BTN yang kurang kompetitif karena aset dan modal yang tak terlalu besar, akan berkembang jika disandingkan dengan Bank Mandiri. Apalagi, Bank Mandiri memiliki keunggulan di beberapa area yang tak dijagokan BTN, yaitu kemampuan menjaga beban biaya, mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat. Hitung-hitungan ini tertuang dalam Kajian Internal, Usulan Restrukturisasi BUMN Perbankan: Konsolidasi Demi Negeri.

Dalam kajian ini, Kementrian BUMN menilai tiga aspek untuk menghitung untung-rugi penyatuan Bank Mandiri-BTN. Pertama, aset dan penyaluran kredit. Kedua, penghimpunan dana. Ketiga, penghimpunan dana.

Dilihat lebih dekat, jika aset Mandiri ditambah Bank BTN akan mencapai Rp 864 triliun. Adapun aset BRI-BTN sebesar Rp 757 triliun.

Selain itu, konsolidasi kredit Mandiri-BTN akan mencapai Rp 568 triliun, lebih besar ketimbang disandingkan dengan BRI dengan hasil Rp 535 triliun (lihat infografik).

Bank Mandiri bisa memperkuat kredit ritelnya jika menggandeng BTN. Komposisi kredit ritel yang terdiri dari kredit UMKM, konsumer, dan KPR akan naik menjadi 42 persen dari posisi 30 persen.

Di sisi penghimpunan dana, BTN akan mendapat berkah kempuan meningkatkan simpanan masyarakat murah. Membesarkan current account saving account (CASA) atau dana murah berupa tabungan dan giro adalah salah satu kelihaian Bank Mandiri.

Sebaliknya, selama ini, BTN dianggap kurang mampu mengumpulkan tabungan atau giro. Bank ini menggaet simpanan masyarakat lewat deposito yang berbunga lebih tinggi. Hanya 44 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN merupakan simpanan murah, sedangkan 56 persen deposito. Akibatnya, biaya bunga atau cost of fund BTN lebih tinggi dan tidak efisien mengelola biaya keseluruhan.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Kontan
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.