LiftEye, Inovasi Progresif Bagi Pengidap Klaustrofobia

Kompas.com - 08/04/2014, 07:39 WIB
LiftEye memperkenalkan teknologi baru yang memungkinkan pengguna elevator melihat pemandangan di luar tanpa menggunakan elevator yang terbuat dari kaca. Lifteye.co.ukLiftEye memperkenalkan teknologi baru yang memungkinkan pengguna elevator melihat pemandangan di luar tanpa menggunakan elevator yang terbuat dari kaca.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Elevator tampaknya masih akan digunakan dalam waktu lama di masa depan. Untuk itu, meningkatkan pengalaman pengguna elevator rasanya bukan hal yang sia-sia. Sebuah perusahaan rintisan yang dibangun oleh lulusan St. Petersburg State University di Rusia mengembangkan teknologi LiftEye. Teknologi ini memungkinkan pengguna elevator menikmati pemandangan di luar ruangan dari dalam elevator.

Ilmuwan komputer Dmitry Gorilovsky merupakan "otak" di balik kemungkinan tersebut. Dia menamakan perusahaan rintisan, termasuk teknologinya, dengan nama LiftEye.

Gorilovsky mengembangkan LiftEye dari sistem penglihatan komputer (computer vision). Sistem ini memungkinkan dua citra dari kamera "dijahit" menjadi model tiga dimensi. Cara ini mirip dengan cara mata manusia menangkap dan memproses penglihatannya. Pemanfaatan teknologi ini untuk memberikan "pemandangan" bagi pengguna elevator melibatkan pemasangan beberapa kamera di luar gedung.

Kamera-kamera yang ditempatkan berjejer secara vertikal ini juga perlu diberikan sensor untuk mengetahui lokasi elevator. Setelah "menjahit" gambar yang diterimanya, kamera tersebut membuat pengguna elevator bisa menikmati pemandangan di luar gedung.

Menurut Gorilovsky, seharusnya pengembang dan arsitek tidak hanya memikirkan cara terbaik membangun gedung pencakar langit. Mereka juga perlu memikirkan keseluruhan pengalaman orang-orang yang berada di dalam gedung.

"Jika Anda memikirkan arsitektur sebagai pengalaman, kabin elevator merupakan tempat yang cukup aneh. Anda mengerti lokasi tempat Anda berada sebelum masuk ke dalam kabin elevator, namun setelahnya, hanya seperti berada dalam boks hitam," ujar Gorilovsky.

Namun, seperti dikutip dalam National Comorbidity Survey, orang-orang yang memiliki ketakutan terhadap ruangan tertutup (klaustrofobia) jumlahnya lebih sedikit dari orang takut ketinggian (akrofobia). Solusi tawaran Gorilovsky tampaknya tidak ditujukkan secara universal. Adapun, Gorilovsky tetap percaya diri bahwa temuan dan hasil pengembangannya mendapat cukup banyak perhatian dari hotel-hotel besar.

Simak cara kerja dan visualisasi dari Gorilovsky berikut ini.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Perumahan
Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Berita
Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Berita
Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Berita
Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Berita
The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Berita
Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf 'Y'

Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf "Y"

Konstruksi
194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

Konstruksi
Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Fasilitas
Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Berita
Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Hunian
MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

Kawasan Terpadu
DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

Konstruksi
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.