Kompas.com - 03/04/2014, 10:59 WIB
Kota Wisata, Kabupaten Bogor. www.kota-wisata.comKota Wisata, Kabupaten Bogor.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi strategis antara pengembang Tanah Air dan asing memang mampu menghasilkan produk-produk properti berkualitas dengan harga pantas. Namun, tidak semua pengembang asing bisa menghadirkan peningkatan seperti yang diharapkan.

Pengembang asing asal Jepang termasuk yang dapat mengubah reputasi, peran, dan sekaligus juga pengaruh positif terhadap pengembang lokal. Kehadiran mereka terbukti membawa khazanah berbeda dalam sektor properti Indonesia.

Kerjasama antara Sinarmas Land Group dengan Marubeni, Sojitz, serta Itochu, misalnya. Kerjasama tersebut bisa memproduksi perumahan skala kota berkelas macam Kota Wisata, dan Kota Deltamas. Sementara itu, kolaborasi antara Tokyu Land dan PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSI) bisa menghasilkan Setiabudi Sky Garden, sebagai apartemen eksklusif di tengah kota Jakarta.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, kelebihan pengembang Jepang adalah sangat menekankan pada kualitas. Mereka memiliki budaya untuk membuat hal-hal detail (rinci) secara baik dan sempurna.

"Selain itu, properti yang dibangun memiliki kemungkinkan besar terserap. Pasalnya, perusahaan Jepang sangat loyal terhadap sesama korporasi Negeri Matahari Terbit itu. Jadi, mereka pasti membeli produk properti tersebut, karena rata-rata produknya dapat menarik konsumen Jepang," kata Hendra kepada Kompas.com, Rabu (2/4/2014).

Adapun properti yang dikembangkan perusahaan-perusahaan China, menurut Hendra, masih kalah jauh dibanding Jepang. Meskipun ada beberapa diantaranya sudah punya reputasi, secara umum masih perlu pembuktian lebih (Baca: Peran China Makin "Menggila" di Pasar Properti Indonesia).

Melihat kelangkaan tersebut, kehadiran Hongkong Land bisa dikedepankan. Pasalnya, mereka adalah perusahaan bonafid dengan reputasi kelas dunia (world class organization). Kerjasama Hongkong Landa dengan PT Jakarta Land berbuah perkantoran premium di kawasan Sudirman, yakni World Trade Center II. Saat ini, harga sewa perkantoran yang diklaim sebagai bangunan hijau hemat energi tersebut mencapai rerata Rp 400.000 per meter persegi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.