Inilah Alasan Orang Indonesia Lebih Memilih Singapura ketimbang Australia

Kompas.com - 02/04/2014, 13:14 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com — Orang Indonesia lebih memilih membeli properti di Singapura ketimbang Australia karena alasan kedekatan dan juga kemiripan kultur. Selain itu, membeli properti di sana sama halnya dengan investasi prestise karena Singapura merupakan kota dunia paling layak huni (the most livable city) dan menawarkan beragam keuntungan.

Demikian Associate Director Consultancy and Research Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji memberikan analisis perilaku orang Indonesia yang membeli properti di luar negeri kepada Kompas.com, Rabu (2/4/2014).

"Banyaknya orang Indonesia membeli properti di negeri jiran tersebut karena berbagai alasan. Namun, yang terutama adalah untuk investasi portofolio dan pendidikan formal. Mereka yang menyekolahkan anaknya di Singapura, pasti membutuhkan tempat tinggal permanen. Ketimbang menyewa, mereka memilih opsi membeli untuk dijadikan sebagai tempat tinggal anaknya, sekaligus juga sebagai portofolio investasi," jelas Hasan.

Jumlah pembeli Indonesia tercatat mencapai 896 orang atau sekitar 21,65 persen dari total pembeli asing di Singapura. Mereka membeli properti kondominium sepanjang tahun 2013. Sementara itu, China sejumlah 1.495 pembeli (36,13 persen) dan Malaysia 1.291 pembeli (31,20 persen).

Menurut statistik The Wealth Report 2014 yang dilansir Knight Frank, meskipun jumlah pembeli menurun jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya, tetapi dari sisi peringkat tetap konstan di urutan ketiga.

Pada tahun 2012, terdapat 1.511 orang (23,98 persen) yang memborong properti di Negeri Singa tersebut. Sementara itu, tahun 2011, sebanyak 1.794 pembeli (23,58 persen).

Australia, kata Hasan, masih dianggap asing dan terlalu berbeda kulturnya dibanding Singapura. "Di Australia perbedaan kultur sangat mencolok. Sementara di Singapura, orang Indonesia sudah merasa feel at home," tandasnya. 

Padahal, harga properti aktual di Singapura jauh lebih tinggi ketimbang properti Australia yakni mencapai 31.250 dollar AS (Rp 352,2 juta) per meter persegi. Sementara itu, harga properti di salah satu kota Benua Kangguru tersebut, Sydney, misalnya, lebih rendah yakni 27.271 dollar AS (Rp 307,4 juta) per meter persegi.

"Jumlah pembeli Indonesia diprediksi bakal meningkat seiring koreksi harga properti Singapura yang terjadi akibat kebijakan pembatasan dan pengetatan. Inilah momentum sekaligus daya tarik lain bagi orang Indonesia untuk membeli properti di sana. Saat ini mereka masih menunggu kebijakan tambahan sehingga harga kembali terkoreksi," imbuh Hasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Airbnb akan Tutup Bisnis Lokal di China

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Airbnb akan Tutup Bisnis Lokal di China

Berita
Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih, Basuki Serukan Hal Ini

Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih, Basuki Serukan Hal Ini

Berita
Siapa Taipan Properti Terkaya di Indonesia Terbaru 2022? Ini Jawabannya

Siapa Taipan Properti Terkaya di Indonesia Terbaru 2022? Ini Jawabannya

Berita
126.000 Penumpang KRL akan Transit di Stasiun Manggarai saat SO5

126.000 Penumpang KRL akan Transit di Stasiun Manggarai saat SO5

Berita
Tahan Letusan Krakatau, Ini Rahasia Konstruksi Gereja Sion Jakarta

Tahan Letusan Krakatau, Ini Rahasia Konstruksi Gereja Sion Jakarta

Konstruksi
Arsitektur Neo-Gothic Gereja Katedral Jakarta, Seluruh Bagian Sarat Makna

Arsitektur Neo-Gothic Gereja Katedral Jakarta, Seluruh Bagian Sarat Makna

Arsitektur
Banjir Rob Pantura, Pemerintah Inventarisasi Tanggul dan Pasang Geobag

Banjir Rob Pantura, Pemerintah Inventarisasi Tanggul dan Pasang Geobag

Berita
Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel

Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Stasiun Gambir Bakal Dialihfungsikan untuk Naik Turun Penumpang KRL

[POPULER PROPERTI] Stasiun Gambir Bakal Dialihfungsikan untuk Naik Turun Penumpang KRL

Berita
Per April 2022, Bank BTN Catatkan Laba Bersih Capai Rp 1 Triliun

Per April 2022, Bank BTN Catatkan Laba Bersih Capai Rp 1 Triliun

Berita
Jasa Marga Lakukan Perbaikan Ruas Tol Palikanci Cirebon, Cek Jadwalnya

Jasa Marga Lakukan Perbaikan Ruas Tol Palikanci Cirebon, Cek Jadwalnya

Konstruksi
Waskita Karya Infrastruktur Lanjutkan Restrukturisasi, Sentuh Rp 153,51 Miliar

Waskita Karya Infrastruktur Lanjutkan Restrukturisasi, Sentuh Rp 153,51 Miliar

Berita
Percepat Pendaftaran Tanah di Halmahera Barat, Surya Tjandra Minta BPHTB Digratiskan

Percepat Pendaftaran Tanah di Halmahera Barat, Surya Tjandra Minta BPHTB Digratiskan

Berita
Tahukah Anda, Singing Road Pertama di Indonesia?

Tahukah Anda, Singing Road Pertama di Indonesia?

Konstruksi
Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Ada K-Project Sequoia 7 di Koridor Timur Jakarta

Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Ada K-Project Sequoia 7 di Koridor Timur Jakarta

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.