Kingdom Tower Bakal Habiskan Setengah Juta Meter Kubik Beton

Kompas.com - 17/02/2014, 15:43 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Kandidat pencakar langit terjangkung di planet bumi, Kingdom Tower, di Jeddah, Arab Saudi, bakal menghabiskan sekitar setengah juta meter kubik beton dan 80.000 ton baja!

Berbeda halnya dengan China yang berani melakukan terobosan membangun pencakar langit hanya dengan bahan prefabrikasi. Bahkan, kendati Sky City dianggap merupakan sebuah lompatan teknologi konstruksi, namun banyak ahli meragukan kekokohan dan keamanan strukturnya.

Lantas, bagaimana kemudian pengembang Kingdom Tower mampu menyusun beton-beton dan baja tersebut menjadi struktur yang kokoh, aman sekaligus estetis?

Saudi Bin Ladin Group (SBLG) memastikan garansi kualitas strukturnya. Mereka memulai megaproyek yang berada di sepanjang Laut Merah dan sisi utara Jeddah ini, dengan melakukan pengujian teknik konstruksi dan pengendalian mutu semua bahan bangunan yang akan digunakan.

Dalam proses pengujian kendali mutu ini, SBLG telah menunjuk Advanced Construction Technology Services (ACTS) untuk melaksanakan kendali mutu tersebut.

Bukan tanpa alasan, sebab proyek ini bakal pencakar langit tertinggi di dunia. Tak main-main, ketinggiannya mencapai satu kilometer.

Pembangunan konstruksi tahap pertama yang berada di area Kingdom City ini, meliputi total luas bangunan 530.000 meter persegi. Mencakup di dalamnya struktur 200 lantai, di mana 160 lantai di antaranya merupakan residensial.

Kingdom Tower digadang-gadang sebagai megaproyek abad ini. Betapa tidak, selain dari dimensi dan ketinggian bangunan, biaya konstruksi awal yang ditetapkan juga tak tanggung-tanggung yakni sekitar 1,23 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 14,5 triliun!

Bila pencakar langit ini terbangun, maka secara otomatis bakal menggeser takhta Burj Khalifa sebagai penggawa tertinggi di planet bumi.

Lepas dari itu, ACTS akan memobilisasi peralatan dan profesional terbaik dari pihak ketiga untuk melakukan pengujian terhadap semua material bangunan, termasuk 500.000 meter kubik beton dan 80.000 ton baja yang akan digunakan untuk membangun Kingdom Tower.

ACTS juga akan mengerahkan peralatan khusus untuk mengevaluasi sifat reologi beton guna memastikan kemungkinan memompa beton ke ketinggian maksimal.

Dengan menyebarkan sekitar 100 anggota staf ahli, ACTS mulai memasang laboratorium lengkap di situs pengembangan, berikut kendali mutu operasional sehari-hari. Termasuk menyediakan layanan pengujian khusus dari fasilitas laboratorium di daerah Briman di Jeddah, yang merupakan salah satu fasilitas pengujian terbesar di Timur Tengah.

Direktur Proyek Saudi Bin Ladin Group, Nabil Batrawi, mengatakan, pihaknya memilih ACTS  setelah melakukan evaluasi menyeluruh atas kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki. "Kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk memastikan proyek ini menerima perhatian terbaik untuk kualitas yang layak," ujarnya.

ACTS telah terlibat dalam banyak proyek infrastruktur besar dan menantang di sekitar Teluk. Mereka telah menyediakan berbagai layanan termasuk pengendalian mutu pemeriksaan dan pengawasan, pemantauan beton massa, pengujian dan evaluasi dari berbagai bahan serta audit aspal dan fasilitas produksi beton.

Di antara megaproyek yang sebelumnya diuji kualitasnya oleh ACTS adalah Bandar Udara Internasional King Abdulaziz Jeddah, yang melibatkan pengujian terhadap total 3.5 juta m3 beton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.