Kompas.com - 09/01/2014, 17:49 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

Selain itu, pastikan Anda hanya menggunakan alat elektronik ketika Anda butuhkan. Misalnya, ketika panas, nyalakan pendingin udara (Air Conditioner), dan gelap nyalakan lampu, atau ketika ingin membersihkan karpet gunakan pembersih vakum. Namun, ketika sudah tidak Anda gunakan, segera padamkan. Bila perlu, jangan tinggalkan alat tersebut dalam keadaan stand-by karena alat tersebut akan tetap mengkonsumsi aliran listrik.

Pastikan alat elektronik Anda hemat energi

Selain mengurangi pemakaiannya, Anda juga bisa menggunakan alat-alat elektronik hemat energi. Salah satu perlengkapan rumah yang kini tersedia dalam varian hemat energi adalah lampu.

Lampu hemat, hemat banyak

Pertama-tama, coba periksa penggunaan listrik untuk pencahayaan di rumah Anda. Contoh ekstremnya sudah dialami oleh Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, seperti dikutip dalam situs resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta akan mengganti semua lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan lampu hemat energi. Dengan lampu baru yang hemat energi, biaya pembayaran tagihan menjadi Rp 8 miliar perbulan. Sebelumnya, setiap bulan, DKI Jakarta membayar listrik Rp 17 miliar perbulan.

Dengan berpatokan pada Tarif Dasar Listrik (http://www.pln.co.id), kemudian mengetahui penggunaan listrik di rumah, Anda bisa menghentikan penggunaan listrik yang berlebihan atau menggantinya dengan alat hemat energi.

Coba hitung seperti ini. Konsumsi listrik biasanya dihitung dengan satuan kilowatt per jam atau kWh. Sebuah alat beraliran listrik yang membutuhkan 1.000W, jika Anda gunakan selama satu jam, maka dia membutuhkan 1kWh. Jika Anda tinggal dalam rumah berbatas daya 2.200 VA, maka per 1 Oktober 2013, per 1kWh Anda dikenakan biaya sebesar Rp 1.004.

www.shutterstock.com Dengan lampu baru yang hemat energi, biaya pembayaran tagihan menjadi Rp 8 miliar perbulan. Sebelumnya, setiap bulan, DKI Jakarta membayar listrik Rp 17 miliar perbulan.
Misalnya, Anda mengganti lampu pijar berkekuatan 40w dengan lampu berdaya 5w, namun memiliki terang yang setara lampu 40w. Untuk lampu 5w dengan pemakaian 12 jam perhari, Anda yang tinggal di rumah dengan batas daya 2.200VA bisa menghemat Rp 12.650,40 per bulan untuk satu titik lampu. Penghitungannya seperti berikut ini:

- Lampu 5w: 0,005kWh x 12 (jam) x 30 (hari) x Rp1.004 = Rp1.807,20 per bulan

- Lampu 40w: 0,04kWh x 12 (jam) x 30 (hari) x Rp1.004 = Rp14.457,60 per bulan

Namun, meski sudah menghemat cukup banyak, Anda juga harus ingat untuk memadamkan lampu dan hanya menggunakannya ketika langit sudah gelap. Memaksimalkan cahaya matahari masuk dalam rumah tidak hanya menghemat listrik, namun juga menyegarkan rumah, dan menyehatkan Anda.

Manfaatkan pula fitur otomatis lewat sensor gerak atau suara. Ketika Anda pergi atau tidur, peralatan elektronik di rumah Anda bisa padam secara otomatis.

Sumber: www.wikihow.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendalian Konsesi Kawasan Mangrove Dinilai Bisa Cegah Kerusakan

Pengendalian Konsesi Kawasan Mangrove Dinilai Bisa Cegah Kerusakan

Berita
Berapa Jarak Garis Sempadan Jalan?

Berapa Jarak Garis Sempadan Jalan?

Berita
Lika-Liku Transaksi Tol Nir-Sentuh MLFF, Diprakarsai Asing hingga Penegakan Hukum yang Disangsikan

Lika-Liku Transaksi Tol Nir-Sentuh MLFF, Diprakarsai Asing hingga Penegakan Hukum yang Disangsikan

Berita
Pendapatan Tol Jasa Marga Selama Mudik Naik 28,1 Persen Dibanding November 2021

Pendapatan Tol Jasa Marga Selama Mudik Naik 28,1 Persen Dibanding November 2021

Berita
Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Konstruksi
Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Hutama Karya Gelar Dua Program

Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Hutama Karya Gelar Dua Program

Konstruksi
WWRC Bangun Cabang Gudang Kimia Terbesar, Lokasinya di Suryacipta Karawang

WWRC Bangun Cabang Gudang Kimia Terbesar, Lokasinya di Suryacipta Karawang

Kawasan Terpadu
G20 di Belitung Butuh 125 Minivan hingga Internet Kecepatan Tinggi

G20 di Belitung Butuh 125 Minivan hingga Internet Kecepatan Tinggi

Berita
Lampaui Situ Gunung, Jembatan Gantung Rengganis Terpanjang se-Asia Tenggara

Lampaui Situ Gunung, Jembatan Gantung Rengganis Terpanjang se-Asia Tenggara

Berita
6 Perawatan yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru

6 Perawatan yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru

Umum
Dana Rp 1,13 Triliun Dikucurkan untuk Renovasi TMII

Dana Rp 1,13 Triliun Dikucurkan untuk Renovasi TMII

Fasilitas
Mengenal ITRW, Lembaga Pengawas Jalan Tol Independen di Indonesia

Mengenal ITRW, Lembaga Pengawas Jalan Tol Independen di Indonesia

Berita
Berlaku Akhir 2022, Ini Mekanisme MLFF, Pengendara Tak Perlu Tapping Kartu E-Toll

Berlaku Akhir 2022, Ini Mekanisme MLFF, Pengendara Tak Perlu Tapping Kartu E-Toll

Berita
Proyek PLTM Bintang Bano Ditawarkan via Skema KPBU, Tertarik Investasi?

Proyek PLTM Bintang Bano Ditawarkan via Skema KPBU, Tertarik Investasi?

Konstruksi
BPN Verifikasi 67.774 Hektar Lahan Sawah Dilindungi di Provinsi Bali

BPN Verifikasi 67.774 Hektar Lahan Sawah Dilindungi di Provinsi Bali

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.