Peritel Asing Ekspansif, Pusat Belanja Tumbuh Positif!

Kompas.com - 10/12/2013, 22:01 WIB
Jumlah jam kunjungan orang Jakarta di pusat-pusat belanja bertambah seiring pergeseran fungsinya. Pusat belanja tak lagi sekadar tempat menghabiskan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, juga untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. agungpodomoroJumlah jam kunjungan orang Jakarta di pusat-pusat belanja bertambah seiring pergeseran fungsinya. Pusat belanja tak lagi sekadar tempat menghabiskan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, juga untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Terbatasnya pasok baru pusat belanja di Jakarta, membuat tingkat hunian dan harga sewa tetap positif.

Pasok baru selama 2013 mencapai 163.600 meter persegi yang berasal dari 4 mal yakni Lotte Shopping Avenue (Ciputra World Jakarta), Pondok Indah Mall Street Gallery (Pondok Indah), Cipinang Mall Indah (Cipinang), dan The Baywalk @ Green Bay Pluit.

Menurut riset Cushman and Wakefield, meski terbatas, pasok baru tersebut menambah jumlah total ruang pusat belanja menjadi lebih dari 3,9 juta meter persegi. Pasok ini tumbuh 4,3% lebih luas ketimbang tahun 2012, di mana 71,7% di antaranya atau 2,8 juta m2 merupakan pusat perbelanjaan sewa dan 28,3% atau 1,1 juta merupakan pusat perbelanjaan strata title.

Ada pun tingkat hunian rerata meningkat sebesar 1,7% ketimbang tahun lalu dengan capaian angka 83,1% hingga akhir tahun 2013. Dengan terbangunnya pusat perbelanjaan yang lebih sedikit di tahun 2013, angka total penyerapan diperkirakan mencapai 199.400 m2 (13% lebih sedikit dari tahun 2012).

Aktivitas sewa masih didominasi oleh penyewa utama dan penyewa besar lainnya di pusat perbelanjaan yang baru terbangun. Sementara peritel internasional seperti department store, pakaian, makanan dan minuman, juga aktif membuka cabang pertama mereka di Jakarta.

Tahun ini pula diwarnai rivalitas antarpusat belanja sewa. Adu konsep dan strategi untuk memperebutkan penyewa (tenant) menjadi aktifitas biasa. Namun demikian, hal ini tak sampai menjadikan para pengelola pusat belanja mengoreksi atau berperang tarif sewa.

Harga sewa per bulannya masih relatif stabil yakni rerata sebesar Rp 432.200 per meter persegi untuk pusat belanja kelas atas, Rp 292.000/m2 untuk mal kelas menengah dan Rp 220.000/m2 untuk strata di bawahnya.

Menurut Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia Todd Lauchlan sektor pusat belanja terus menunjukkan perkembangan positif.

“Pertumbuhan positif yang diperlihatkan oleh tingkat hunian tersebut mampu membuat pengelola pusat belanja tidak menurunkan tarif sewa. Mereka malah bertendensi menaikkannya dengan perubahan tarif dasar listrik melalui komponen service charge,” ujar Todd, Rabu (17/4/2013).

Di sisi lain, baik peritel yang sudah eksis maupun pendatang baru, terus berlomba mencari lokasi terbaik untuk ekspansi toko mereka sebagai upaya meningkatkan penetrasi serta potensi pasar yang ditengarai belum tergali secara maksimal.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X