Bak di "Sarang Belut", Begitu Simpelnya Hidup di Rumah Mungil!

Kompas.com - 06/12/2013, 16:31 WIB
Hirata justeru membangun tiga pilar dan membuat tangga mengelilingi pilar tersebut. Dengan kata lain, seluruh bagian
interior rumah ini adalah tangga raksasa. www.dwell.comHirata justeru membangun tiga pilar dan membuat tangga mengelilingi pilar tersebut. Dengan kata lain, seluruh bagian interior rumah ini adalah tangga raksasa.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com — Arsitek Akihisa Hirata berhasil membuat rumah mungil yang apik. Tidak hanya memaksimalkan fungsi masing-masing ruang di dalam rumah tersebut, tetapi juga berhasil "menyulap" tangga spiral di tengah-tengah rumah menjadi ruang berkegiatan.

Semua berawal dari kebutuhan sebuah keluarga yang terdiri dari Sakura, Ryo Sugiura, dan kedua anak mereka. Jenuh dengan apartemen sewa yang mereka tempati selama ini, Sakura dan Ryo memutuskan untuk membeli sebidang tanah di pinggir kota Tokyo seluas 4,5m x 14,3m.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Jepang, luas bidang tanah seperti itu dikenal dengan sebutan "sarang belut". Sebutan yang pas lantaran saking kecilnya. Karena itulah, merasa luas tanahnya cukup menantang, Sakura dan Ryo
meminta bantuan Hirata untuk mendesain rumah idaman mereka. Mereka belum tahu, Hirata akan berhasil membuat mereka seolah tinggal di atas tangga.

www.dwell.com Beberapa anak tangga yang sengaja dibuat berukuran lebih besar dapat digunakan sebagai ruangan. Ketinggian yang berbeda, serta lekukan-lekukan pada tangga seolah menjadi pemisah tanpa partisi.
Seperti dikutip dari Dwell, untuk memaksimalkan sebidang tanah dengan ukuran terbatas, Hirata sebisa mungkin menekan penggunaan dinding sebagai partisi. Ia justru membangun tiga pilar dan membuat tangga mengelilingi pilar tersebut. Dengan kata lain, seluruh bagian
interior rumah ini adalah tangga raksasa.

Beberapa anak tangga yang sengaja dibuat berukuran lebih besar dapat digunakan sebagai ruangan. Ketinggian yang berbeda, serta lekukan-lekukan pada tangga seolah menjadi pemisah tanpa partisi.

www.dwell.com Rumah semungil ini bisa memiliki dua kamar tidur, dapur, ruang makan, dua ruang berkegiatan (living area), satu kamar mandi, satu perpustakaan, ruang masuk, dan sebuah garasi. Lantaran karakter unik ini, maka rumah tersebut disebut juga dengan
"Pilar (berukuran) besar jarang ditemukan di rumah-rumah kontemporer, tapi kami membutuhkan pilar-pilar ini sebagai jangkar tapak," ujar Hirata pada Dwell.

Secara garis besar, isi bangunan rumah ini terus-menerus tersambung dan menjadi bagian dalam tangga dengan 44 pijakan. Ternyata, 44 pijakan itu mampu membuat 12 ruang yang hanya dipisahkan oleh ketinggian berbeda.

Tak masuk akal, tentu saja. Rumah semungil ini bisa memiliki dua kamar tidur, dapur, ruang makan, dua ruang berkegiatan (living area), satu kamar mandi, satu perpustakaan, ruang masuk, dan sebuah garasi. Lantaran karakter unik ini, maka rumah tersebut disebut juga dengan "coil" atau "gulungan".

Rumah ini memang unik, tetapi keluarga yang tinggal di dalamnya harus menggunakan furnitur-furnitur ringan. Hal ini, bagi keluarga Sugiura, ternyata bukan masalah.

"Rumah ini cocok dengan gaya hidup futon kami," ujar Ryo.

Ryo juga menjelaskan bahwa keluarganya akan tidur di matras gulung pada waktu malam dan akan menyimpan matras tersebut di siang hari. Rasanya, hidup di rumah mungil ala Hirata benar-benar simpel! (Baca juga: Hidup di Rumah Mungil? Jangan Berkecil Hati, Anda Tidak Sendiri...).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.