Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seru, Perang Pusat Belanja di Yogyakarta!

Kompas.com - 03/12/2013, 20:20 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Daerah Istimewa Yogyakarta memang istimewa. Tak hanya terus dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara yang pada gilirannya menumbuhkan bisnis perhotelan, tetapi juga bisnis pusat belanja.

Di sektor pusat belanja, saat ini Yogyakarta tengah gegap gempita membangun tak kurang dari lima ruang ritel baru. Kelimanya adalah Sahid Yogya Lifestyle City (Grup Sahid), Jogja City Mall (Garuda Mitra Sejati), Lippomall Yogyakarta (Lippo Karawaci), Hartono Lifestyle Mall, dan Malioboro City (Inti Hosmed).

Kehadiran kelimanya menggenapi pusat belanja yang sudah eksis, seperti Galleria Mall, Malioboro Mall, Ambarrukmo Plaza, dan Jogjatronic. Mereka beradu konsep, bukan saja berupa tenancy mix (pembauran penyewa), melainkan juga desain interior, fasad (eksterior), harga sewa, kelas, dan segmen pasar.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Berkembangnya jumlah pusat belanja di wilayah ini tak lain karena faktor Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang terus meningkat. Pada triwulan II-2013 tercatat sebesar 110,47. Ini artinya,
kondisi ekonomi konsumen mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Tingkat optimisme konsumen juga lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2013 yang mencatat indeks 106,13. Membaiknya kondisi ekonomi masyarakat/konsumen Yogyakarta terutama didorong oleh peningkatan pendapatan konsumen dan relatif rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi sehingga tingkat konsumsi masyarakat mengalami kenaikan.

Hal itulah yang memotivasi pengembang sekelas Lippo Karawaci merambah Yogyakarta. Menurut Vice Chairman Lippomalls, Eddy Mukmin, Yogyakarta memiliki potensi konsumsi yang tak kalah dibanding Bandung dan kota-kota lainnya, terutama terjadi pada masyarakat kelas menengah atas.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Dengan demikian, Lippomall Yogyakarta dirancang sebagai pusat belanja untuk kelas menengah atas. Oleh karenanya, segala aspek dibuat sedetail mungkin dan impresif.

"Meskipun berada di situs bangunan yang sudah jadi, tapi kami melakukan perubahan total terhadap lay out interior dan juga fasad, serta tentu saja konsep. Nanti, visualnya akan mendekati standardisasi Lippomall Kemang Village," papar Eddy kepada Kompas.com, Selasa (3/12/2013).

Lippomall Yogyakarta yang berisi penyewa utama Hypermart, Matahari Department Store, dan beberapa merek dari Mitra Adi Perkasa (MAP), serta penyewa lainnya dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2014 mendatang.

Baca juga: 9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

"Kami mengejar momentum Lebaran, jadi yang buka lebih dulu adalah dua penyewa utama itu. Disusul kemudian sinepleks Maxx," tandas Eddy.

Hal senada akan terjadi di Sahid Yogya Lifestyle City (SYLC). Marketing GM Sahid Yogya Lifestyle City, Limandani, mengatakan, pusat belanja SYLC akan dibuka untuk publik pada kuartal 2014 mendatang, atau paling telat awal tahun 2015.

"Kami sangat memperhatikan detail dan presisi desain, karena yang kami bangun bukan sekadar mal, juga terkoneksi dengan bangunan lainnya, seperti hotel, apartemen, dan kondotel. Jadi, revisi desain tak mungkin dihindari," tandas Dani.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Adapun beberapa tenant yang sudah menyatakan konfirmasinya untuk bergabung antara lain Blitz Megaplex, Electronic City, Times Bookstore, dan Johnny Rockets. Sementara satu supermarket asal Korea Selatan tengah dalam proses negosiasi.

"SYLC kami rancang sebagai lifestyle mall untuk kelas menengah atas. Mal ini bukan destination mall, melainkan meeting mall. Konsepnya jelas, menyasar eksekutif muda, mahasiswa, dan keluarga muda. Karena itu, dimensi mal pun tak begitu luas," ujar Dani.

Sementara Garuda Mitra Sejati mengusung konsep family mall untuk Jogja City Mall. General Manager Jogja City Mall, Eko Swasono, mengatakan, mal keluarga ini menyasar target pasar masyarakat Yogyakarta dan kota-kota lain di sekitarnya, seperti Klaten, Muntilan, Purworejo, dan Magelang.

"Jogja City Mall akan beroperasi penuh pada Maret atau April 2014 mendatang. Penyewa utama kami adalah Matahari Department Store dan Hypermart," buka Eko kepada Kompas.com, Sabtu (30/11/2013).

Assistant GM Jogja City Mall, Paramita Dewi, menambahkan, selain kedua penyewa utama, mal yang berlokasi di Jombor tersebut menggaet Nanny's Pavilion, Amazon, XXI Cineplex 6 studio, Excelso, Sour Sally, dan 10 tenant di bawah MAP, seperti Starbucks, Sports Station, Adidas, Icon 99, dan Kidz Station.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau