Kompas.com - 20/11/2013, 17:35 WIB
Setyo Maharso, Ketua Umum DPP REI 2010-2013 mengatakan, meski sudah terbilang berhasil memberikan kontribusi dalam pengentasan angka kekurangan hunian (backlog), bukan berarti para anggota REI juga terbebas dari masalah. Saat ini ada tiga masalah yang Robert Adhi Ksp/KOMPASSetyo Maharso, Ketua Umum DPP REI 2010-2013 mengatakan, meski sudah terbilang berhasil memberikan kontribusi dalam pengentasan angka kekurangan hunian (backlog), bukan berarti para anggota REI juga terbebas dari masalah. Saat ini ada tiga masalah yang "menghantam" para pengembang, yaitu masalah aturan Loan to Value (LTV), pelarangan KPR Inden, serta peningkatan BI Rate. Kepengurusan
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Real Estat Indonesia (REI) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XIV yang akan diadakan pada 24-27 November 2013 di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta. Tahun ini pertemuan tersebut bertema "Memperkokoh Peran REI sebagai Akselerator Pembangunan Nasional".

Ketua Penyelenggara Munas REI 2013 Hari Raharta Sudrajat menjelaskan bahwa munas kali ini tidak hanya berisi rapat-rapat internal organisasi, tetapi juga berbagai seminar nasional yang terdiri dari tiga sesi. Ketiga sesi ini akan membahas berbagai problem pembangunan nasional yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, pejabat kementerian teknis, menteri Kabinet Indonesia Bersatu, anggota DPR, gubernur, wali kota, dan para pejabat terkait.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga sesi tersebut akan diadakan pada Senin (25/11/2013) dan Selasa (26/11/2013). Masing-masing sesi memiliki subtema "Krisis atau Darurat Perumahan dan Tanggung Jawab Pemerintah", "Mengoptimalkan REI sebagai Penggerak Ekonomi Nasional Sekaligus Penyedia Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah", serta "Bisnis Perumahan di Tengah Ketidakpastian Regulasi".

Pada akhir kegiatan, para anggota REI akan mengikuti agenda pemilihan Ketua Umum DPP REI 2013-2016. Ketua umum dan pengurus baru REI nantinya akan menjalankan program kerja hasil Munas REI XIV 2013.

Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso mengungkapkan bahwa kepengurusan REI 2010-2013 yang masih mengabdi saat ini telah berhasil memenuhi beberapa pencapaian. Ia menilai, pencapaian tersebut sudah terukur dan ada dalam laporan pertanggungjawaban.

"Capaian pembangunan yang dikerjakan pemerintah 5 persen, sebanyak 95 persen oleh swasta, dan mayoritas hasil kerja anggota REI," ujar Setyo pada jumpa pers Munas REI 2013 di Jakarta, Rabu (20/11/2013).

Namun, lanjut Setyo, meski sudah terbilang berhasil memberikan kontribusi dalam pengentasan angka kekurangan hunian (backlog), bukan berarti para anggota REI juga terbebas dari masalah. Menurut Setyo, saat ini ada tiga masalah yang "menghantam" para pengembang, yaitu masalah aturan loan to value (LTV), pelarangan KPR Inden, serta peningkatan BI Rate.

"Perlu tindakan tegas pemerintah serta dukungan kepada para pengembang agar mampu terus berlanjut menyediakan rumah bagi masyarakat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.