Pakuwon Rambah Bisnis Rumah Sakit

Kompas.com - 31/10/2013, 17:46 WIB
Pakuwon tengah mengerjakan proyek Tunjungan City, Surabaya, yang terdiri atas 6 tahap pengembangan. www.skyscrapercity.comPakuwon tengah mengerjakan proyek Tunjungan City, Surabaya, yang terdiri atas 6 tahap pengembangan.
|
EditorHilda B Alexander
SURABAYA, KOMPAS.com - Emiten properti yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mulai merambah bisnis kesehatan dan rumah sakit. Keputusan diversifikasi usaha ini dilakukan untuk memperbesar dan memperkuat basis pendapatan berulang (recurring income).

Melalui anak usaha PT Pakuwon Sentra Wisata, mereka telah melakukan penyertaan saham sebesar 33,33 persen di PT Surya Cipta Media (SCM), bersama dua rekan bisnis dengan partisipasi berimbang yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk yang merupakan perusahaan media penyiaran dan PT Menjangan Sakti sebagai perusahaan farmasi.

SCM mengakuisisi Rumah Sakit Usada Insani di Tangerang, Banten, dengan nilai Rp 170 miliar. Kapasitas fasilitas kesehatan ini sebanyak 350 tempat tidur.

Menurut Direktur Pakuwon Jati, Minarto Basuki, seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (30/10/2013), penyertaan PWON di SCM merupakan langkah pertama mereka di bisnis kesehatan dan rumah sakit untuk menambah pendapatan berulang (recurring income).

"Pendapatan berulang kami pada triwulan III 2013 Rp 1,04 triliun, melonjak 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 656 miliar," ujar Minarto.

Pendapatan berulang perseroan terus tumbuh karena ditopang tingginya tingkat okupansi pusat-pusat perbelanjaan yang mereka bangun. Kota Kasablanka yang baru beroperasi 1 tahun mencatat tingkat okupansi mencapai okupansi 94 persen. Sementara Gandaria City dan Tunjungan Plaza masing-masing 98 persen dan 99 persen.

Kontribusi pendapatan berulang terhadap total pendapatan PWON sebesar 45 persen. Sebagian besar lainnya yakni 55 persen, berasal dari pendapatan pembangunan (development income).

Secara umum, kinerja PWON terus tumbuh. Hingga kuartal III tahun ini, mereka membukukan laba bersih senilai Rp 895 miliar atau lebih tinggi 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang hanya mencapai Rp 590 miliar. 

Adapun total pendapatan mencapai Rp 2,315 triliun atau tumbuh 44 persen ketimbang triwulan III 2012.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X