Kompas.com - 23/10/2013, 20:07 WIB
Jika pada kurun 1990-an jenis barang yang didagangkan masih terbatas, terutama fesyen dan makanan, kini para peritel asing tersebut justru makin merambah luas. www.shutterstock.comJika pada kurun 1990-an jenis barang yang didagangkan masih terbatas, terutama fesyen dan makanan, kini para peritel asing tersebut justru makin merambah luas.
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com - Seksinya pasar Indonesia, terutama segmen menengah atas yang bertumbuh signifikan, memang menjadi magnit kuat bagi peritel asing untuk melebarkan sayap bisnisnya. Jika pada kurun 1990-an jenis barang yang didagangkan masih terbatas, terutama fesyen dan makanan, kini para peritel asing tersebut justru makin merambah luas.

Kebutuhan kelontong atau keperluan rumah tangga mulai dari perabot, elektronik, peralatan listrik, pun dengan mudah didapatkan dan tersedia di sekitar kita. Courts Asia misalnya, adalah nama baru yang mencoba bertaruh memperebutkan 45 juta kelas menengah Indonesia dengan penghasilan 3.500 Dolar AS (Rp 33 juta) menurut riset McKinsey.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Besarnya pasar Indonesia dengan daya beli yang semakin meningkat, diakui CEO Group Coutrs Asia, Terry O'Connor, berpotensi terhadap pertumbuhan bisnis dan pendapatan Courts Asia. Oleh karena itu, pihaknya dengan sigap menandatangani kerjasama bersama Sinarmas Land Group untuk membangun Courts Megastore di Harapan Indah Bekasi dan BSD City, Tangerang Selatan.

"Kami memiliki ambisi menjadi pemimpin pasar ritel di Indonesia. Posisi negara ini sangat penting dalam rencana ekspansi bisnis kami dan menawarkan pertumbuhan potensial bagi Courts Asia," ujar Terry kepada Kompas.com di Bekasi, Rabu (23/10/2013).

Peritel asal Negeri Singapura ini menawarkan gerai kelontong berkonsep "big-box megastore", yang menyediakan barang kebutuhan rumah tangga. Kehadiran mereka menambah daftar panjang peritel mancanegara di Indonesia.

Tajamnya kuku bisnis mereka juga semakin menancap kuat saat peritel-peritel eksisting tak kalah ekspansifnya. Sebut saja peritel dengan genre serupa, yakni ACE Hardware, dan Do It Best, keduanya asal Amerika Serikat. Belum lagi yang bergerak di bidang consummer goods seperti Giant (Malaysia), dan Lotte Whole Trade Center (Korea Selatan).

Sementara di sektor fesyen ada Sogo (Jepang), Debenhams (Inggris), Lotte Department Store (Korea Selatan), Centro dan Parkson (Malaysia). Adapun nama-nama baru lainnya di sektor ritel pakaian siap pakai dan kuliner adalah Galleries Lafayette (Perancis), iRoo, asal Taiwan, TM Lewis (Inggris), Ikkudo Ichi (Jepang), Chung Gi Wa (Singapura), Gourmand Bistro, T.G.I. Friday's, Byblos Bistro dan Wasoku Sato (Jepang).

Senior Associate Director and Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, mengatakan bahwa peritel asing tertarik masuk ke Indonesia karena pertumbuhan ekonomi secara makro positif sekitar 5,5-5,9 persen. Inflasi juga masih dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat mengalami perbaikan.

"Terdapat sepuluh kota dengan pertambahan jumlah kelas menengah signifikan yang diimbangi dengan peningkatan daya beli (consummer spending). Jadi, tak mengherankan bila dalam beberapa tahun terakhir sektor ritel luar biasa pesat pertumbuhannya, terutama di sepuluh kota," jelas Arief.

Adapun sepuluh kota yang ia maksud adalah Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Balikpapan, Manado, Makassar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.