Kompas.com - 14/10/2013, 19:34 WIB
Jumlah jam kunjungan orang Jakarta di pusat-pusat belanja bertambah seiring pergeseran fungsinya. Pusat belanja tak lagi sekadar tempat menghabiskan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, juga untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. agungpodomoroJumlah jam kunjungan orang Jakarta di pusat-pusat belanja bertambah seiring pergeseran fungsinya. Pusat belanja tak lagi sekadar tempat menghabiskan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, juga untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta menyisakan ruang-ruang kosong pusat belanja seluas empat kali luas Plaza Indonesia. Ini artinya, terdapat sekitar 321.743 meter persegi luas mal yang tidak terserap pasar. Sementara secara kumulatif, pusat-pusat belanja yang terserap hingga kuartal III tahun 2013 nyaris sebesar 2,5 juta meter persegi.

Sementara mal yang kosong di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), mencapai 256.364 meter persegi atau sepadan dengan tiga kali luas area sewa Plaza Indonesia. Mal di kawasan Bodetabek secara kumulatif seluas 1,1 juta meter persegi.

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan, tingkat kekosongan tersebut disebabkan oleh depresiasi rupiah yang berdampak pada tingginya biaya operasional. Dengan demikian, para tenan memutuskan untuk merelokasi tempat usahanya dari mal dengan harga sewa tinggi ke mal dengan harga sewa kompetitif.

"Pemilik gedung tentunya lebih paham dengan kondisi para penyewanya. Oleh karena itu, mereka berupaya keras melakukan pendekatan supaya para penyewa dapat bertahan dengan harga sewa baru," ujar Ferry kepada Kompas.com, pekan lalu.

Pendekatan tersebut, jelas Ferry, bermacam-macam. Ada yang memberikan toleransi tenggat waktu pembayaran biaya servis (service charge) selama waktu tertentu, bahkan ada pula yang sama sekali membebaskan biaya sewa plus biaya servis selama enam bulan berturut-turut.

"Hal tersebut harus dilakukan sebagai konsekuensi dari ketatnya persaingan pusat belanja di Jakarta," imbuhnya.

Meski mengalami tingkat kekosongan sebanyak itu, kinerja mal-mal eksisting yang ada sekarang justru mencatat perbaikan tingkat hunian. Perbaikan sebesar 1,3 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 88,5 persen.

Tingkat hunian kuartal III stabil karena pasokan baru pusat belanja di Jakarta nihil. Sementara pasokan baru di Bodetabek berasal dari Grand Metropolitan Bekasi, Grand Galaxy Bekasi, dan The Breeze Tangerang. Dengan demikian, tingkat hunian mal di kawasan ini mencapai 81,2 persen atau turun sebesar 2,79 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.