Kompas.com - 05/10/2013, 18:25 WIB
Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) bakal memberlakukan perluasan aturan rasio pinjaman terhadap aset atau loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada Oktober nanti. www.shutterstock.comSeperti diketahui, Bank Indonesia (BI) bakal memberlakukan perluasan aturan rasio pinjaman terhadap aset atau loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada Oktober nanti.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait surat edaran Bank Indonesia (BI) No. 15/40/DKMP menyangkut KPR Inden, REI dan Bank BNI berencana meluncurkan program penanggulangan kredit properti dalam waktu dekat. Program ini dikhususnya untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Demikian hal ini diungkapkan Ketua DPP REI Setyo Maharso bersama Vice President Consumer Lending Banking BNI Indrastomo Nugroho, saat pembukaan REI Ekspo 2013, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (5/10/2013).

"Kami tidak takut dengan (aturan) rasio kredit terhadap agunan (loan to value/LTV)-nya. Melainkan dengan masalah KPR (Inden)-nya. Karena surat edaran kurang rinci, jadi kami tidak bisa mengerti dengan baik. Kalau surat edaran ini nanti tidak bisa dijalankan dengan baik, enam bulan ke depan kami akan menghadapi masa-masa krisis," ujar Setyo.

Menurutnya, jika pengembang tidak lagi mampu memanfaatkan KPR Inden untuk diputar sebagai modal kerja, maka pengembang-pengembang kecil berpotensi gulung tikar. Mereka terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja para karyawannya. Jadi, masalah KPR Inden ini lebih berpengaruh kepada pengembang, bukan konsumen. Namun, pada akhirnya masyarakat juga yang akan menanggung akibatnya, karena pasok tersendat.

Sementara Indrastomo Nugroho mengungkapkan bahwa aturan tersebut berpotensi memperlambat laju pertumbuhan KPR BNI. Namun, tidak terlalu signifikan. Pasalnya, BNI masih menyasar KPR Pertama. Hanya, muncul kekhawatiran bahwa Surat Edaran BI tersebut juga akan berpengaruh pada KPR bagi rumah pertama.

"Harus ada solusi untuk masalah ini. Kami, BNI dan REI sudah menyiapkan solusi sederhana dan singkat. Program yang akan kami ciptakan lebih khusus kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Mungkin skemanya mirip KPR Griya Idaman yang kami luncurkan dua tahun lalu," jelas Indrastomo.

Sayangnya, baik Indrastomo maupun Setyo enggan "membongkar" rincian solusi tersebut saat ini. Keduanya masih menunggu momen yang tepat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.