Thailand, Jepang dan Korea Terpincut Properti Indonesia

Kompas.com - 03/10/2013, 18:13 WIB
Kawasan Bisnis Terpadu Sudirman diincar pengembang asing. Iwan Setiyawan/KOMPASKawasan Bisnis Terpadu Sudirman diincar pengembang asing.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia sukses menarik minat Jepang, Thailand dan Korea Selatan untuk berinvestasi. Perusahaan-perusahaan yang berasal dari ketiga negara ini secara bersamaan akan menggarap sektor properti. Yang menarik, satu di antara beberapa perusahaan tersebut memiliki bisnis inti non-properti.

Menurut Head Capital Market and Investment Knight Frank Indonesia, Fakky Ismail Hidayat, investor asing tertarik menggarap pasar properti Indonesia, terutama Jakarta, karena beberapa faktor komparatif. Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, jumlah populasi kelas menengah yang meningkat dalam usia produktif,  dan potensi pertumbuhan harga.

"Keunggulan komparatif ini yang membuat Indonesia menjadi wilayah ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut. Indonesia menggeser Vietnam yang juga dianggap sebagai negara dengan pertumbuhan properti pesat, Filipina, Myanmar dan Thailand," jelas Fakky kepada Kompas.com, Kamis (3/10/2013).

Jepang diwakili oleh empat perusahaan, yakni Mitsui Fudosan, Itochu, Tokyu Land, dan satu nama yang juga merupakan perusahaan pengembang dan menempati posisi lima teratas di negaranya.

Mitsui Fudosan merupakan developer yang memiliki sejumlah portofolio di sektor apartemen, pusat belanja, perhotelan, perkantoran, resor, pergudangan dan perumahan. Salah dua yang popular adalah Mitsui Shopping Park dan DiverCity Tokyo.

Sementara Itochu, tidak asing lagi. Perusahaan ini sebelumnya telah menjalin aliansi strategis dengan Sinarmas Land untuk proyek-proyek perumahan skala kota (township development). Kali ini, mereka akan mengembangkan hunian vertikal di barat Jakarta.

Tokyu Land berencana mengembangkan properti komersial di CBD Jakarta. Mereka akan membangun perkantoran dan hunian apartemen. Tokyu Land memiliki rekam jejak di Indonesia dengan menggandeng Jakarta Setiabudi International. Keduanya saat ini tengah membangun Setiabudi SkyGarden.

Sedangkan perusahaan keempat adalah terdaftar sebagai pengembang lima teratas di Jepang. Mereka sukses membangun kompleks perkantoran Nakano Central Park dan Tokyo Square Garden.

Ada pun perusahaan pengembang Thailand memiliki jejak di India, Maldives dan Vietnam. Pengembang ini telah membangun 27 proyek properti. Kehadirannya, menyusul Land and Houses yang sudah lebih dulu menancapkan tajinya di Indonesia dengan kerja bareng Sinarmas Land untuk proyek Kota Wisata.

Di Indonesia, pengembang Thailand ini juga akan menggandeng Sinarmas Land. Rencananya, mereka membangun perumahan tapak. Kawasan yang diincar adalah Tangerang, Serpong dan Selatan Jakarta.

Sementara perusahaan asal Korea Selatan merupakan perusahaan yang berbisnis inti baja. Sejatinya mereka sudah masuk Indonesia dengan berkolaborasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Namun, properti merupakan sektor baru yang akan mereka garap.

Rencananya, perusahaan ini akan menginvestasikan dana sejumlah Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun. Dana sebanyak ini akan dimanfaatkan untuk membangun gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta dengan luas lahan 2 hektar.

Aksi investasi perusahaan-perusahaan tersebut semakin memperkuat tahbis Indonesia, khususnya Jakarta sebagai arena investasi properti nomor satu dunia. Predikat ini diberikan oleh  Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X