Tiga Lokasi Premium Ini Diincar Orang Kaya Indonesia

Kompas.com - 03/10/2013, 15:32 WIB
Harga lahan di Menteng mencapai Rp 80 juta-Rp 120 juta per meter persegi. mianzhong.org.hkHarga lahan di Menteng mencapai Rp 80 juta-Rp 120 juta per meter persegi.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteng (Jakarta Pusat), Kebayoran Baru, dan Pondok Indah (Jakarta Selatan) masih bertahan di posisi puncak sebagai kawasan premium yang diincar orang-orang kaya Indonesia untuk tempat bermukim.

Ketiga kawasan ini memiliki kriteria tertentu sehingga selalu menjadi pilihan utama kalangan the haves. Kriteria tersebut adalah prestisius, hanya selangkah dengan distrik bisnis terpadu,  lingkungan (neighborhood), dan telah dihuni orang-orang pilihan (who's who).

Menurut CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono, Menteng, Kebayoran Baru, dan Pondok Indah juga memiliki tata ruang yang relatif lebih baik ketimbang wilayah lainnya. Selain itu, ketiganya populer sebagai tempat tinggal orang-orang kaya dan berpengaruh.

"Tak mengherankan bila orang kaya (lama dan baru) masih menjadikan ketiganya sebagai pilihan utama. Sehingga hal ini memicu harga properti, khususnya residensial tapak, mencapai miliaran rupiah per unit. Tingginya harga properti ini juga didorong oleh harga lahan yang mencapai puluhan hingga ratusan juta per meter persegi," ujar Hendra kepada Kompas.com, Kamis (3/10/2013).

Pasok hunian yang terbatas juga ikut mendongkrak nilai properti di ketiga kawasan tersebut. Kalaupun ada, jumlahnya tidak sebanyak pasok hunian di kawasan lainnya. Bahkan bisa dibilang langka.

Khusus Menteng yang dekat dengan pusat pemerintahan, menurut Member Broker ERA Land, Arif Harsono, tak ada lahan kosong dan pasokan rumah baru atau seken yang dipasarkan selama tiga tahun terakhir.

Terlebih saat depresiasi rupiah masih berlangsung. Pemilik lahan dan rumah memilih untuk mempertahankan asetnya dan menunggu hingga harga terus melejit.

"Hanya orang-orang yang butuh uang yang mau menjual lahan dan rumahnya. Sementara yang lain justru menunggu meroketnya harga lebih tinggi. Dalam satu jalur saja, misalnya Jl Diponegoro, harga jual lahan dan properti bisa berbeda-beda," ujar Arif.

Harga lahan di Menteng saat ini sudah tembus ke angka Rp 80 juta sampai Rp 120 juta per meter persegi. Jauh melampaui nilai jual obyek pajak (NJOP) yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pajak dengan harga tertinggi mencapai Rp 33,445 juta per meter persegi.

Adapun harga lahan incaran di Kebayoran Baru berkisar antara Rp 8,3 juta hingga Rp 22,35 juta per meter persegi. Sementara Pondok Indah berada pada kisaran Rp 5,25 juta-Rp 12,25 juta per meter persegi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X