Untuk Urusan Kecerdasan, Contohlah Israel!

Kompas.com - 10/09/2013, 08:02 WIB
Perpustakaan ini merupakan representasi harmonis antara tradisi lokal Israel dan teknologi modern. designboomPerpustakaan ini merupakan representasi harmonis antara tradisi lokal Israel dan teknologi modern.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
designboom Tiga lantai yang digunakan sebagai ruang membaca terletak di tengah-tengah perpustakaan. Ruang membaca publik megah yang menjadi mahkota bagi gedung ini ada di lantai teratas, mengarah ke taman membaca.
designboom Ruang membaca dan taman dapat dengan mudah ditransformasikan menjadi ruang untuk acara makan malam dan pesta. Kuliah umum, pameran, dan pertunjukkan dapat diakomodasi di auditorium perpustakaan, ruang galeri, dan plaza publik.
designboom Rancangan ini juga istimewa lantaran struktur dan sistem di dalamnya mengadopsi tradisi lokal dan teknologi kontemporer. Teknologi kontemporer digunakan dalam efisiensi energi dan konservasi sumber daya.
designboom Tidak hanya dinding-dinding perpustakaan yang dipikirkan dengan matang. Atapnya yang terbuat dari struktur cangkang baja tipis serta ditutup dengan kaca dan panel plafon juga mampu menyaring cahaya sekaligus berfungsi sebagai penyerap akustik.
KOMPAS.com — Perpustakaan merupakan ruang publik yang menyediakan pengetahuan, informasi, penemuan, dan berbagai macam inovasi yang terangkum dalam ribuan buku. Publik dapat mengaksesnya dengan mudah. Nah, pihak Perpustakaan Nasional Israel berencana memperbarui dan memperbesar fasilitasnya secara komprehensif. Tujuan pembaruan ini agar dapat mengimbangi dinamika zaman di abad ke-21.

Biro arsitektur Safdie Architects yang dikepalai oleh Moshe Safdie merancang proyek desainnya. Desain ini merupakan salah satu masukan bagi kompetisi desain yang merupakan bagian dari proses komprehensif pembaharuan kompleks tersebut.

Mereka juga menginginkan para arsitek yang ikut serta dalam kompetisi untuk mendesain bangunan baru perpustakaan tersebut di Jerusalem, tepatnya di selatan Knesset. Menjawab tantangan ini, Moshe Safdie dan timnya menempatkan perpustakaan tersebut sebagai koneksi antara beberapa komponen pembangun negara, yaitu pemerintahan, kebudayaan, dan pendidikan.

"Kami mengajukan usul berupa beberapa jenis ruang kerja yang tepat untuk berbagai kegunaan publik dan privat," ujar para arsitek. Tiga lantai yang digunakan sebagai ruang membaca terletak di tengah-tengah perpustakaan.

Ruang membaca publik megah yang menjadi mahkota bagi gedung ini ada di lantai teratas, mengarah ke taman membaca. Taman tersebut merupakan satu dari beberapa taman yang ada di perpustakaan ini. Ruang membaca dan taman dapat dengan mudah ditransformasikan menjadi ruang untuk acara makan malam dan pesta. Kuliah umum, pameran, dan pertunjukan dapat diakomodasi di auditorium perpustakaan, ruang galeri, dan plasa publik.

Menurut mereka, perpustakaan ini merupakan bangunan ekstrovert. Maksudnya, bangunan ini "mengundang" para pengunjung dari semua arah. Selain itu, perpustakaan ini juga menawarkan tampilan dramatis Knesset dari dalam.

Rancangan ini juga istimewa lantaran struktur dan sistem di dalamnya mengadopsi tradisi lokal dan teknologi kontemporer. Teknologi kontemporer digunakan dalam efisiensi energi dan konservasi sumber daya. Perpustakaan ini akan dibangun dengan menggunakan sistem beton precast yang berhias batu Jerusalem. Kombinasi tersebut menciptakan warna dan tekstur tradisional. Penggunaan bahan-bahan lokal juga mampu mengurangi sampah dan waktu pemasangan. 

Tidak hanya dinding-dinding perpustakaan yang dipikirkan dengan matang. Atapnya yang terbuat dari struktur cangkang baja tipis serta ditutup dengan kaca dan panel plafon juga mampu menyaring cahaya sekaligus berfungsi sebagai penyerap akustik. Atap semacam ini dapat mengurangi penggunaan cahaya artifisial. 

Terakhir, untuk menutup proyek ambisius ini, dipasanglah sistem pemanas dan pendingin yang mampu menghemat energi. Cahaya matahari menjadi pemanas alami, sementara lokalisasi perpindahan udara menjadi pendingin udara alami.

Kedua hal ini didukung oleh beberapa hal, antara lain pendinginan geotermal dan sistem labirin termal untuk menggantikan menara pendingin konvensional. Selain itu, area gedung perpustakaan ini juga mereklamasi air hujan. Air hujan yang telah ditampung dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman dan berbagai keperluan lain di dalam perpustakaan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X