Kompas.com - 10/09/2013, 07:23 WIB
|
EditorHilda B Alexander
archdaily.co.uk Kelas menengah dimanjakan dengan kemudahan investasi di sektor properti tanpa dibebani pajak lokal.
archdaily.co.uk Chenggong mampu memperbaiki dan mengatasi masalahnya dan bekerjasama dengan pemerintah pusat. Mereka menghidupkan kembali kota dengan perbaikan infrastruktur transportasi terintegrasi.
archdaily.co.uk Chenggong dirancang kembali menjadi kota yang lebih manusiawi. Konsep-konsep pengembangan superblok dipecah menajdi fungsi-fungsi permukiman lengkap dengan ruang-ruang untuk kehidupan sosial penghuninya.
KOMPAS.com - Sudah terlalu banyak ulasan mengenai akibat dari bubble sektor properti yang menimpa China. Meledaknya sektor ini berujung pada masalah perkotaan yang ditandai dengan munculnya kota-kota hantu atau "ghost town". Ratusan ribu apartemen dan pusat-pusat belanja berukuran besar, kosong melompong tak berpenghuni.

Analisa Peter Calthorpe, arsitek sekaligus perancang kota Calthorpe Associate, hanyalah aktualitas dari situasi kota-kota baru China yang memburuk. Peter memberi judul analisanya lumayan provokatif, "The Real Problem with China's Ghost Towns" dalam blognya, Metropolis Magazine.

Ironis, di tengah rencana Pemerintah China yang akan merelokasi 250 juta orang dari perdesaan ke kota-kota dalam kurun 20 tahun ke depan. Sebelum itu terjadi, rencana ini terdistorsi oleh sejumlah faktor unik.

Di tambah, kelas menengah China yang menikmati kenyamanan berinvestasi di sektor properti. Mereka membeli apartemen, mengharapkan keuntungan dari meningkatnya nilai apartemen dan sewaktu-waktu dapat tinggal di aset properti tersebut. Hasilnya, adalah tingkat kekosongan yang semakin tinggi akibat investasi yang bersifat spekulatif ketimbang pemenuhan kebutuhan riil masyarakat.

Meskipun sulit untuk mendapatkan data tingkat kekosongan apartemen dan pusat belanja di China, tentu ada banyak contoh anekdot di seluruh negeri. Sebuah contoh yang terlalu khas adalah Chenggong, kota baru yang direncanakan akan dihuni oleh 1,5 juta orang dari luar Kunming. Kota ini akan menjadi rumah bagi Universitas Yunan dengan mahasiswa sebanyak 170.000 orang dari berbagai fakultas, dilengkapi pusat pemerintahan baru dan kawasan industri ringan. Kota ini juga terhubung dengan stasiun kereta api baru berkecepatan tinggi dan dua jalur metro yang menghubungkan pusat kota bersejarah.

Chenggong mengalami pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun. Tampaknya ada banyak kegiatan yang memicu aktifitas investasi dan bisnis, akan tetapi di sini terdapat sejumlah bangunan kosong. Kebijakan pajak menyebabkan hal ini terjadi; tidak ada pajak properti lokal sehingga kota memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari pengembangan lahan. Insentif untuk sewa lahan yang luas (penjualan tanah dianggap ilegal di China), sementara fasilitas dan layanan masyarakat justru diabaikan.

Akibatnya, banyak orang membeli apartemen tapi tinggal di rumah lama mereka sampai komunitas baru terbentuk atau anak mereka menikah. Untungnya, Chenggong cepat menyadari  dan segera berbenah di semua sektor mulai dari pajak, investasi dan perencanaan ulang. Pemerintah pusat sedang mempertimbangkan pajak properti baru, batas spekulasi rumah kedua, dan lebih strategis lagi pentahapan infrastruktur.

Kebijakan strategis tampaknya lebih penting ketimbang menyerahkan semuanya pada mekanisme pasar. Chenggong kini tengah bereksperimen dengan model baru perencanaan kota. Dengan dukungan dari pemerintah China dan Pusat Transportasi Berkelanjutan, mereka mendesain ulang 1.011 hektar distrik pusat kota baru. Superblok-superblok telah dipecah menjadi berukuran lebih manusiawi dan mengadopsi halaman perumahan tradisional China.

Jalan-jalan dibuat lebih kecil dan bisa dilalui oleh lebih banyak orang. Selain itu, dibangun juga taman-taman mungil yang lebih dekat dan menghadap masing-masing rumah. Bangunan mixed-use dengan toko-toko dan kafe terbuka berorientasi kepada ruang sosial dan mengembalikan semangat kehidupan tradisional lama. Desain baru ini dipercaya dapat menciptakan keseimbangan kehidupan di perumahan.

Pola baru ini merupakan proyek percontohan. Menciptakan DNA desain yang sesuai serta insentif ekonomi yang tepat akan berpengaruh terhadap kelayakan sosial, ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang bagi pusat-pusat perkotaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendalian Konsesi Kawasan Mangrove Dinilai Bisa Cegah Kerusakan

Pengendalian Konsesi Kawasan Mangrove Dinilai Bisa Cegah Kerusakan

Berita
Berapa Jarak Garis Sempadan Jalan?

Berapa Jarak Garis Sempadan Jalan?

Berita
Lika-Liku Transaksi Tol Nir-Sentuh MLFF, Diprakarsai Asing hingga Penegakan Hukum yang Disangsikan

Lika-Liku Transaksi Tol Nir-Sentuh MLFF, Diprakarsai Asing hingga Penegakan Hukum yang Disangsikan

Berita
Pendapatan Tol Jasa Marga Selama Mudik Naik 28,1 Persen Dibanding November 2021

Pendapatan Tol Jasa Marga Selama Mudik Naik 28,1 Persen Dibanding November 2021

Berita
Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Konstruksi
Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Hutama Karya Gelar Dua Program

Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Hutama Karya Gelar Dua Program

Konstruksi
WWRC Bangun Cabang Gudang Kimia Terbesar, Lokasinya di Suryacipta Karawang

WWRC Bangun Cabang Gudang Kimia Terbesar, Lokasinya di Suryacipta Karawang

Kawasan Terpadu
G20 di Belitung Butuh 125 Minivan hingga Internet Kecepatan Tinggi

G20 di Belitung Butuh 125 Minivan hingga Internet Kecepatan Tinggi

Berita
Lampaui Situ Gunung, Jembatan Gantung Rengganis Terpanjang se-Asia Tenggara

Lampaui Situ Gunung, Jembatan Gantung Rengganis Terpanjang se-Asia Tenggara

Berita
6 Perawatan yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru

6 Perawatan yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru

Umum
Dana Rp 1,13 Triliun Dikucurkan untuk Renovasi TMII

Dana Rp 1,13 Triliun Dikucurkan untuk Renovasi TMII

Fasilitas
Mengenal ITRW, Lembaga Pengawas Jalan Tol Independen di Indonesia

Mengenal ITRW, Lembaga Pengawas Jalan Tol Independen di Indonesia

Berita
Berlaku Akhir 2022, Ini Mekanisme MLFF, Pengendara Tak Perlu Tapping Kartu E-Toll

Berlaku Akhir 2022, Ini Mekanisme MLFF, Pengendara Tak Perlu Tapping Kartu E-Toll

Berita
Proyek PLTM Bintang Bano Ditawarkan via Skema KPBU, Tertarik Investasi?

Proyek PLTM Bintang Bano Ditawarkan via Skema KPBU, Tertarik Investasi?

Konstruksi
BPN Verifikasi 67.774 Hektar Lahan Sawah Dilindungi di Provinsi Bali

BPN Verifikasi 67.774 Hektar Lahan Sawah Dilindungi di Provinsi Bali

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.