Bangun Kondotel, "Menangkap" Investor Kelas Menengah di Bali

Kompas.com - 09/09/2013, 10:46 WIB
Agranusa Signature Villa adalah proyek Vila-Hotel atau Vilatel yang tengah dibangun Prima Propertindo di Nusa Dua, Bali. Prima PropertindoAgranusa Signature Villa adalah proyek Vila-Hotel atau Vilatel yang tengah dibangun Prima Propertindo di Nusa Dua, Bali.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - "Bisnis perhotelan masih menjadi bisnis yang cukup menjanjikan di Pulau Dewata ini. Investor bisa mendapatkan nilai investasi cukup baik melalui yield dan capital gain," kata Ronny Tandanu, Direktur Marketing Prima Propertindo Group, kepada Kompas.com di Jakarta, Minggu (8/9/2013), usai mengumumkan peluncuran Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel. 

Agranusa Signature Villa adalah proyek Vila-Hotel atau Vilatel yang tengah dibangun Prima Propertindo di Nusa Dua, Bali. Sementara The Nest Hotel adalah jenis kondominium hotel atau kondotel) di Jalan Pratama, Benoa, Nusa Dua, Bali, yang berdekatan dengan Bali Tourism Development Corporation (BTDC).

"Investasi untuk keduanya Rp 130 miliar," kata Ronny.

Ronny yakin, kedua produk properti tersebut bisa menangkap kebutuhan investor kalangan menengah atas yang mencari tengah investasi di Bali. Dikelola oleh Prasanthi Hotels & Resorts, The Nest Hotel tersedia dalam tipe deluxe, suite dan presidential suite yang dipasarkan mulai Rp 1,3 miliar. Sementara Agranusa Signature Villa tersedia dalam tipe 2 bedroom dan 3 bedroom dengan harga mulai Rp 3,4 miliar yang bisa dibeli dengan tunai keras, tunai bertahap atau menggunakan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

"Tentu potensi wisata menjadi daya tarik investasi ini, seperti BTDC, Tanjung Benoa, Pulau Penyu, Pudja Mandala, atau Pantai Pandawa," ujar Ronny.

Dengan daya tarik tersebut, lanjut dia, investor bisa memperoleh Return on Investment (ROI) fixed 8.5 persen untuk 5 tahun pertama operasional sehingga menjadi total 42, 5 persen.  Sedangkan mulai tahun keenam memakai sistem revenue sharing, yang memberikan 42, 5 persen keuntungan dari total revenue. 

Berlomba-lomba

Tahun ini, perhelatan akbar sekelas APEC yang akan digelar pada Oktober mendatang di Bali, mendatangkan sejumlah konsekuensi. Satu di antaranya adalah pesatnya pembangunan perhotelan.

Hingga 2016 mendatang, Bali diprediksi akan dipenuhi 67 hotel baru mencakup 12.226 kamar. Hotel segmen C atau bintang 3 menguasai pipeline sebanyak 40 persen. Para pengembang dan pebisnis perhotelan melihat event internasional tersebut merupakan momentum kembalinya Bali sebagai destinasi wisata dunia. Oleh karena itu, mereka berlomba membangun penginapan jauh sebelum APEC digelar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai akhir 2011 saja, Bali telah dipenuhi 22.000 kamar hotel. Jumlah ini membengkak ketika setahun kemudian terdapat tambahan sekitar 3.400 kamar. Berturut-turut Bali akan disesaki sekitar 4.700 kamar pada 2013 dan 4.100 kamar pada 2014-2016 Sehingga menggenapi jumlah 34.226 kamar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X