Jepang Kembangkan Bisnis Furnitur di Indonesia

Kompas.com - 23/08/2013, 22:56 WIB
Perusahaan furnitur asal Jepang, Kokuyo, mencoba peruntungan dengan melakukan ekspansi di Indonesia. dexignerPerusahaan furnitur asal Jepang, Kokuyo, mencoba peruntungan dengan melakukan ekspansi di Indonesia.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum IKEA, perusahaan furnitur asal Swedia membuka gerai pertamanya di Tangerang pada 2014 mendatang, Kokuyo malah mencuri "start" lebih dulu. Jumat ini (23/8/2013), mereka membuka toko perdananya di Jakarta dengan menggandeng Kriss Gallery.

Kokuyo merupakan produk perabot yang dibuat oleh Kokuyo Furniture Co. Ltd. Perusahaan yang berbasis di Jepang ini, mengkhususkan diri pada furnitur perkantoran dengan desain unik seperti kursi dan meja kerja, kabinet, rak, furnitur untuk rumah sakit, perangkat sekolah dan furnitur untuk komersial serta ruang publik.

Menurut President & CEO Kokuyo Furniture Co. Ltd., Hidekuni Kuroda, pasar Indonesia sangat besar dan terus tumbuh positif. Terutama pasar properti di segmen perkantoran.

"Pesatnya ruang-ruang perkantoran, khususnya di jakarta, menjadi salah satu pertimbangan kami masuk ke Indonesia. Kami menyasar perusahaan-perusahaan Jepang, domestik Indonesia dan multinasional dengan level A dan B," papar Kuroda.

Kokuyo masuk ke Indonesia melalui perusahaan importir PT Setsuyo Astec dan dipasarkan serta didistribusikan secara tunggal oleh PT Krisson Indonesia.

Managing Director Krisson Indonesia, Krisna Jani, mengungkapkan, produk Kokuyo ditawarkan seharga mulai dari 200 dollar AS atau setara Rp 2,1 juta per item.

"Kami tidak hanya menjual produk, juga desain yang mengintegrasikan kenyamanan, kekuatan serta ramah lingkungan. Karena produk Kokuyo setelah 10 tahun digunakan, dapat didaur ulang menjadi material pembuat furnitur kembali," ujar Krisna.

Sebagaimana umumnya produk Jepang, Kuroda mengklaim Kokuyo sangat fit untuk tubuh karena tidak menimbulkan panas setelah lama digunakan (diduduki). Hal ini dimungkinkan, karena desainnya ergonomis, dan terdapat sistem pump air pada dudukan dan sandaran kursi. Sementara untuk meja, dirancang lebih "langsing" sehingga hanya membutuhkan ruang yang lebih kecil.

Kokuyo mengharapkan dapat mengisi lebih dari 100 ruang perkantoran dalam satu sampai tiga tahun beroperasi.

Krisna mengasumsikan, satu perusahaan (ruang perkantoran) bisa berisi 100 orang karyawan dan 1 orang karyawan membutuhkan furnitur senilai 1.000 dollar AS (Rp 10,7 juta).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X