Kompas.com - 14/08/2013, 11:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Perlahan namun pasti, sektor properti Amerika Serikat (AS) bangkit kembali. Hal ini ditandai lonjakan valuasi properti komersial perkantoran sebesar 3,4 persen dan aktifitas sewa dengan kenaikan 2,4 persen lebih tinggi ketimbang tahun 2012.

Menurut laporan konsultan properti CBRE, pertumbuhan tersebut menempatkan Negeri Paman Sam ini memimpin sektor perkantoran dunia. Bahkan bila dibandingkan dengan Asia Pasifik yang telah sepenuhnya pulih dari krisis keuangan, AS masih lebih unggul dengan valuasi 5,3 persen. Angka ini melebihi masa puncak sebelum krisis 2008.

Selain itu, indeks Amerika mengungguli index regional lainnya, tumbuh 2 persen pada kuartal II. Sehingga secara keseluruhan selama paruh pertama tahun ini mencapai kenaikan 6,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Investor Asia, tercatat, paling aktif berkiprah di AS selama satu semester ini.

"Rendahnya tingkat pengembalian yang berlaku di seluruh kelas aset pendapatan tetap lainnya, bahkan dengan peningkatan suku bunga jangka panjang, tak membuat investor gentar. Mereka tetap bersedia membayar harga lebih tinggi demi kenaikan pendapatan di tengah membaiknya pasar properti komersial," ujar CBRE.

Aset premium di pasar-pasar utama seperti New York, Boston dan San Francisco terus menarik investor yang bersedia menerima imbal hasil lebih rendah namun aman dan likuid. Investor juga semakin kepincut melirik pasar Texas, termasuk Houston, Austin, Dallas dan San Antonio. Daerah-daerah ini dinilai prospektif dan potensial mengalami pertumbuhan di masa depan.

Meski melampaui pencapaian properti komersial Asia Pasifik, namun pertumbuhan valuasi kawasan ini lebih stabil dengan fundamental yang kuat. Asia Pasifik mencapai peningkatan sebesar 2,2 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2012.

Sementara pasar Eropa, justru melambat pada kuartal kedua dan hanya mencetak pertumbuhan sebesar 1,8 persen lebih tinggi dari tahun lalu. Pertumbuhan ini terjadi di Dublin dan Zurich. Spanyol, Italia dan Perancis justru mengalami penurunan.

Untuk aktifitas sewa, secara global relatif belum terjadi perubahan. Lambatnya pemulihan ekonomi dunia menghambat pertumbuhan sewa.  Namun begitu, menurut Raymond Torto, Kepala Riset Global CBRE, harga sewa tetap stabil, karena terbatasnya ketersediaan ruang perkantoran di sebagian besar wilayah dunia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.