Sensasi Berbeda Tinggal di Rumah Kincir Angin

Kompas.com - 16/07/2013, 14:44 WIB
Mengubah kincir angin menjadi rumah tinggal membawa kesan unik dan nuansa berbeda bagi yang tinggal di dalamnya. www.nydailynews.comMengubah kincir angin menjadi rumah tinggal membawa kesan unik dan nuansa berbeda bagi yang tinggal di dalamnya.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

www.nydailynews.com Di dalam rumah ini terdapat dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi.

www.nydailynews.com

www.nydailynews.com Dinding rumah pada bagian

www.nydailynews.com Penyewa menggunakan kamar tidur kedua sebagai studio tempatnya membuat seni kolase.

KOMPAS.com -
Mengubah fungsi bangunan tua menjadi rumah tinggal seringkali dapat membawa nuansa berbeda bagi pemiliknya. Begitu juga dengan kincir angin yang ada di Amagansett, New York, Amerika Serikat ini.

Rumah berbentuk kincir angin tersebut, kini disewa oleh seniman Amelina Siekluska beserta seekor anjingnya. Sebelumnya, selebriti seperti Alec Baldwin dan Raplh Lauren juga pernah menaruh perhatian para rumah tersebut.

Kincir angin seluas 120,7 meter persegi ini berada di atas tanah seluas lebih dari dua hektar. Di dalam rumah ini terdapat dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi. Sekilas, pembagian ruang dan penggunaannya tidak jauh berbeda dari rumah berukuran sedang lainnya, namun rumah ini tetap istimewa.

"Berani" tinggal di rumah seunik ini, berarti rela tinggal di dalam bentuk ruangan yang tidak umum. Jumlah luas ruangan di lantai bawah akan semakin kecil di lantai atasnya. Dinding rumah pada bagian "kincir angin" di rumah ini berbentuk heksagonal, sekitar 5,4 meter x 5,4 meter. Di dalamnya terdapat lantai kayu yang hangat dan plafon berangka kayu ekspos. Di lantai bawah terdapat dapur, kamar mandi, dan ruang tidur.

Meski memiliki bentuk yang unik, pengguna rumah ini tetap merasa nyaman di dalamnya. "Saya seratus persen dikelilingi oleh alam. Saya tidak mendengar apapun kecuali suara burung. Tidak ada suara buatan sama sekali," ujar Amelina. Ia menggunakan kamar tidur kedua sebagai studio tempatnya membuat seni kolase.

Rumah ini kini dimiliki oleh Richard Schwag yang tinggal tidak jauh dari properti tersebut semasa kecilnya. Semasa kecil, ia pernah "mengunjungi" area kincir angin ini dan sempat menyaksikan Marilyn Monroe bermain tenis di sana. Ia kemudian membelinya pada 1980. Sayangnya, pada saat itu pemiliknya sudah menyingkirkan lapangan tenis tempat Marilyn bermain. Menurut Richard, tempat ini begitu tenang dan sangat cantik pada malam hari.

Pada awal pembuatannya, sekitar awal 1830, bangunan ini benar-benar digunakan sebagai kincir angin. Baru pada tahun 1950, bangunan tersebut diubah menjadi rumah tamu bagi Samuel Rubin, pencipta produk kosmetik Faberge.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X