Cara Para Arsitek Mengenalkan Indonesia Pada Dunia....

Kompas.com - 15/07/2013, 11:26 WIB
Ikatan Arsitek Indonesia cabang Uni Eropa (IAI EU) secara aktif mengadakan kegiatan terkait perkembangan arsitektur Indonesia. Ini merupakan salah satu upaya mereka dalam berkontribusi memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional. IAI EUIkatan Arsitek Indonesia cabang Uni Eropa (IAI EU) secara aktif mengadakan kegiatan terkait perkembangan arsitektur Indonesia. Ini merupakan salah satu upaya mereka dalam berkontribusi memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com- Ada banyak cara untuk berkontribusi terhadap negara. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh para arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia cabang Uni Eropa (IAI EU).

Mereka baru saja menggelar acara bertajuk "Rendezvous 2013". Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan Indonesia, khususnya perkembangan arsitektur dan peran arsitek Indonesia di dunia profesional Eropa, kepada masyarakat Internasional.

Sebanyak 32 peserta mengikuti "Rendezvous 2013" yang menghadirkan para pembicara dari firma arsitektur beken dunia macam MVRDV dan OMA dari Belanda, Architecten Achtergael dari Belgia dan para akademisi dari Inggris (UCL Bartlett) serta Dessau-Bauhaus dari Jerman. Acara tersebut mendapat dukungan dari Atase Pendidikan dan Budaya Indonesia untuk Belanda (KBRI Den Haag).

Selain sebagai sarana perkenalan bagi sesama profesi di bidang arsitektur, "Rendezvous 2013" juga dijadikan sebagai publikasi perkembangan arsitektur Indonesia yang diriset, diolah dan digodok oleh perusahaan-perusahaan atau institusi arsitektur Eropa.

Selain "Rendezvous 2013", IAI EU yang diketuai Daliana Suryawinata ini juga aktif menghelat pameran, workshop, dan berpartisipasi dalam acara pasar malam. Sejauh ini, mereka telah menyelenggarakan 3 kegiatan. Pertama, pameran collective housing yang diikuti Biro Arsitek Belanda di Erasmus Huis Jakarta 2012, lengkap dengan seminar yang menghadirkan pakar dari Belanda yang sengaja mereka datangkan ke Indonesia.

Kedua, IAI EU berpartisipasi dalam acara Pasar malam Indonesia 2012. Mereka mendirikan stan pameran yang menampilkan karya arsitek-arsitek Indonesia yang dapat dinikmati masyarakat Belanda.

Tak ketinggalan, mereka juga kerap membahas dan mengadakan kegiatan yang temanya sangat aktual terkait perkembangan arsitektur dan pembangunan perkotaan di Indonesia. Terbaru adalah workshop masterclass tentang Jakarta Vertical Kampung. Di acara ini, IAI EU membedah bagaimana kampung-kampung di Jakarta agar dapat dilestarikan tanpa kehilangan relasinya dengan modernitas.

Bedah Jakarta Vertical Kampung tersebut didukung oleh dua pihak KBRI Den Haag dan Kedutaan Belanda di Jakarta.

Officer Member IAI EU, Gemawang Swaribathoro, mengungkapkan, Rendezvous 2013 sendiri mereka jadikan sebagai momentum untuk memaparkan kepada masyarakat Indonesia di Belanda dan komunitas arsitektur Eropa, bahwa para asritek Indonesia sudah banyak berperan di dunia profesional Eropa.

"Banyak di antara kami yang berkarir di firma-firma arsitek dan institusi ternama dan berpengaruh. Salah satunya di Biro Office for Metropolitan Architecture (OMA) di Rotterdam," ujar Gemawang kepada Kompas.com, dalam surat elektroniknya, Senin (15/7/2013).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X