Kompas.com - 03/07/2013, 14:47 WIB
Ilustrasi; Rumah Susun Murah Sewa (Rusunawa) di Pulo Gebang, Jakarta Timur, dibangun oleh konsorsium 18 pengembang di atas lahan milik Pemda DKI Jakarta. Ini merupakan bentuk kewajiban fasum dan fasos yang dibayar pengembang. Kompas.com/Robertus BelarminusIlustrasi; Rumah Susun Murah Sewa (Rusunawa) di Pulo Gebang, Jakarta Timur, dibangun oleh konsorsium 18 pengembang di atas lahan milik Pemda DKI Jakarta. Ini merupakan bentuk kewajiban fasum dan fasos yang dibayar pengembang.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan pembangunan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) untuk kalangan pondok pesantren bagi para santri di Indonesia. Menurut Djan Faridz, alasan tempat tinggal yang jauh dari lokasi pondok pesantren mengakibatkan para santri harus bertempat tinggal di pondok atau asrama.

"Saya prihatin melihat kondisi anak-anak yang tinggal di asrama karena sudah sumpek dan panas. Alasan itulah yang membuat saya memperjuangkan hak-hak atas hunian yang layak, khususnya para santri," kata Djan Faridz dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain pembangunan rusunawa untuk para santri, Kemenpera juga berupaya memberikan bangunan kamar mandi komunal untuk pondok pesantren. Namun, bangunan ini juga bisa digunakan untuk masyarakat sekitar.

"Saya mengimbau, setelah digunakan santri pagi hari, diharapkan kamar mandi komunal ini digunakan oleh masyarakat sekitar," katanya.

Djan Faridz juga mengutarakan harapannya agar anggaran untuk Kemenpera dapat ditambah sebagai kompensasi penyesuaian harga BBM. Seperti diberitakan, Kemenpera menargetkan pembangunan 35 rumah susun khusus sewa (rusunawa) di seluruh Indonesia selama tahun 2013, dengan memanfaatkan tanah milik pemerintah daerah.

Menpera mengatakan, pembangunan rusunawa khusus bagi para pekerja merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar Kemenpera memikirkan kesejahteraan perumahan bagi buruh/pekerja. Adapun persyaratan bagi buruh/pekerja yang akan menempati rusunawa akan diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama pemerintah daerah. Kemenpera hanya melaksanakan pembangunannya melalui kerjasama dengan sembilan gubernur di masing-masing daerah pembangunan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.