Kompas.com - 03/07/2013, 13:16 WIB
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz (dari kiri ke kanan) saat peletakan batu pertama rusunawa Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013). KOMPAS.com/FABIANUS JANUARIUS KUWADOMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz (dari kiri ke kanan) saat peletakan batu pertama rusunawa Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013).
Penulis Latief
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com — Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengharapkan tarif penyewaan rumah susun sederhana sewa yang dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat bersama pemerintah daerah bisa terjangkau buruh. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan pemancangan tiang pertama rusunawa bagi pekerja itu di Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013).

"Mungkin, nanti biaya sewa rusunawanya Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per bulan. Saya mengharapkan harga sewanya bisa dijangkau buruh sesuai dengan tingkat upah buruh saat ini," kata Muhaimin.

Ia mengatakan, pemancangan itu juga menandakan komitmen pemerintah melalui Kemenpera yang menargetkan pembangunan 35 menara (tower) rusunawa khusus buruh di seluruh Indonesia tahun ini. Muhaimin mengatakan, upaya pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membangun rusunawa patut diberikan apresiasi. Langkah itu, menurut dia, akan semakin meningkatkan kesejahteraan buruh.

"Ini bagian dari hubungan industrial. Karena buruh akan menuntut adanya peningkatan kesejahteraan. Pembangunan rusunawa seperti ini akan memberikan kesejahteraan bagi buruh," ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang hadir dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada Kemenpera, pemerintah daerah serta Kemenakertrans dalam kerja samanya membangun rusunawa. Menurut dia, kolaborasi antara kementerian dan pemda seperti ini akan mempercepat peningkatan kesejahteraan buruh.

"Pemda menyediakan lahan, Kemenpera membangun rusunawa, dan Kemenakertrans mengkoordinasi pekerja yang akan menempati rusunawanya," kata Hatta.

Hatta mengatakan, saat ini terdapat 112 juta pekerja di seluruh Indonesia dengan pendapatan rata-rata lebih dari Rp 2 juta per bulan. Dengan adanya rusunawa bertarif sewa murah, pendapatan buruh per bulan bisa dihemat untuk keluarganya di desa.

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengaku optimistis pembangunan 35 rusunawa di seluruh Indonesia bisa selesai tahun ini. Dia juga mengatakan bahwa pada 2014 pemerintah menargetkan membangun 200 menara rusunawa.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X