Kompas.com - 01/07/2013, 17:31 WIB
Lampu berbentuk www.designboom.comLampu berbentuk "Kantong Semar" ini merupakan karya seni sekaligus "produk perkotaan" yang hemat energi. Ia menghubungkan dua kawasan berbeda di Portland, AS.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com -
Sebuah ruas jalan raya di Portland, Oregon, Amerika Serikat bakal lebih semarak berkat karya seniman asal Seattle, Dan Corson. Pasalnya, Corson telah "menghias" jalanan di sana dengan beberapa lampu photo-voltaic setinggi lima meter. Ia memasang lampu-lampu tersebut  di sepanjang NW Davis. Lampu-lampu yang dinamai "Nepenthes" tersebut merupakan karya seni unik berbentuk tanaman "Kantung Semar" atau Nepenthes mirabilis.

Karya Corson ini disebut-sebut sebagai karya yang dapat mengaburkan batas antara seni murni, arsitektur, dan sains. Sekilas, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Lampu jalan yang dibuat oleh Corson tersebut tidak hanya cantik, melainkan juga "memikul" misi dan pesan khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari sudut pandang tata kota, proyek yang hasil inisiasi Corson ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah perjalanan pejalan kaki antara dua lingkungan penting setempat, yaitu Chinatown dan Pearl District. Sementara itu, lampu yang menggunakan tenaga surya ini juga diharapkan menjadi contoh bagi penggunaan energi terbarukan.

Untuk memenuhi "misi-misi" tersebut, lampu ini dibuat serius. Struktur lampu dibuat dari beberapa lapis kaca fiber tembus pandang. Di dalamnya, lampu-lampu LED diletakkan di sekeliling rangka besi, "tulang punggung" penyangga lampu. Terdapat panel solar yang dibuat khusus pada "pucuk" lampu yang berfungsi sebagai sumber energi.

Setiap lampu "Nepenthes" memiliki bentuk yang sama. Namun, masing-masing punya warna berbeda dan corak yang unik. Saat ini, lampu-lampu tersebut menjadi bagian dari Koleksi Seni Publik Portland.

Regional Arts & Culture Council Portland mengatakan proyek ini merepresentasikan pemenuhan peluang yang dikembangkan, dan dibiayai bersama TriMet, pihak yang bertanggung jawab atas transportasi regional Portland, selama Proyek Mal Transit Portland.

"Kami bertujuan untuk meningkatkan hubungan pejalan kaki dari Old Town/China Town Festival Streets ke Pearl District. TriMet meminta Regional Arts & Culture Council mengambil alih proyek atas nama koleksi seni publik Kota Portland," ujar pernyataan resmi Regional Arts & Culture Council Portland.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.