Kompas.com - 27/06/2013, 14:27 WIB
|
EditorHilda B Alexander

BANJARMASIN, KOMPAS.com -
Sebagai kota kedua (second-tier) dalam konstelasi bisnis dan industri properti Nasional, Banjarmasin pantas untuk dilirik. Ibu Kota Kalimantan Selatan ini dipandang prospektif. Baik untuk pengembangan sektor ritel, maupun hunian.

Beberapa pengembang Nasional menunjukkan minat dan ketertarikannya. Menyusul Ciputra Group yang telah mengembangkan perumahan kelas menengah atas dan akan membangun pusat komersial, terdapat nama-nama seperti Sumber Mitra Realtindo, Lippo Group dan Binakarya Propertindo.

Sekretaris DPD REI Kalimantan Selatan Wahyu Efendi mengungkapkan, pangsa pasar Banjarmasin cukup dapat mengakomodasi sejumlah pasok properti. Perumahan tipe menengah menjadi primadona. Tingkat penjualannya menunjukkan kurva menanjak dari tahun ke tahun. Hal ini memotivasi sejumlah pengembang membuka lahan-lahan perumahan baru.

PT Bamega Persada Pratama contohnya. Pengembang lokal ini tengah memasarkan lima proyek perumahan anyar dengan tipikal unit 36 dan 45 meter persegi. Mereka mematok harga jual sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per unit.

"Dua tipe perumahan tersebut menguasai market share pasar perumahan. Selain pasoknya paling banyak, jumlah kelas menengah lebih "tebal" ketimbang kelas atas," jelas Wahyu kepada Kompas.com, Kamis (27/6/2013).

Menariknya, lanjut Wahyu, kendati dikuasai kelas menengah, namun ekspektasi pasar Banjarmasin terhadap kualitas perumahan terus mengalami perbaikan. Pasar tidak akan menyerap proyek perumahan bila belum atau tidak dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas yang berkualitas.

"Ekspektasi pasar Banjarmasin memang sudah berubah jauh. Ini merupakan pengaruh positif dari kehadiran pengembang besar macam Ciputra Group yang memperkenalkan konsep perumahan klasterisasi lengkap dengan fasilitas dan infrastruktur berkualitas berupa jalan lingkungan perumahan yang dibetonisasi, taman yang tertata dan sentra komunitas," ujar Wahyu.

Jadi, wajar saja, jika penciptaan (create the new market) pasar baru yang mereka lakukan sukses mengubah peta kompetisi sektor properti di sini menjadi lebih hidup. Dus, Ciputra Group pun melakukan ekspansi dengan membuka perumahan proyek skala kota di Banjarbaru sebagai respon positif yang mereka dapatkan di Banjarmasin.

Orientasi Pengembangan ke Selatan

Selain sektor perumahan tapak (landed house), Banjarmasin cukup prospektif untuk pengembangan pusat belanja. Orientasi pengembangan komersial saat ini sudah mengarah ke wilayah Selatan, yakni Kilometer 7 hingga Kilometer 17.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.