Ciputra Garap Mal di Banjarmasin

Kompas.com - 26/06/2013, 16:29 WIB
Potensi Banjarmasin dan wilayah www.wikimedia.orgPotensi Banjarmasin dan wilayah "hinterland"-nya menstimulasi Ciputra Group melakukan aksi ekspansi dengan mengembangkan proyek multifungsi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com -
Raksasa properti, Ciputra Group, akhir tahun ini akan menggarap sebuah pusat belanja di Banjarmasin. Properti komersial tersebut dirancang seluas 80.000 meter persegi dengan segmentasi pasar kelas menengah.

Direktur Ciputra Group, Sugwantono Tanto, mengungkapkan rencana tersebut terkait dengan ekspansi ke sejumlah wilayah di daerah. Salah satunya adalah ibu kota Kalimantan Selatan. Di sini, Ciputra menciptakan peluang pasar dengan mengembangkan konsep yang berbeda dengan mal yang sudah ada.

"Kami berkompetisi tidak hanya secara horisontal dalam cakupan area garapan (catchment area) melainkan juga secara vertikal yakni segmentasi pasar. Karena Banjarmasin ceruk pasarnya terbatas, beda dengan Jakarta yang begitu luas. Namun, Banjarmasin memiliki wilayah hinterland yang dapat menjadi pangsa pasar baru," ujar Sugwantono kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Mal di Banjarmasin ini, lanjut Sugwantono, mengadopsi konsep campuran antara lifestyle dan konvensional yang menekankan pada fashion apparel. Beberapa perusahaan peritel besar telah melakukan pembicaraan untuk mengisi mal ini sebagai tenan utamanya (anchor tenant). Di antaranya Mitra Adi Perkasa, Transmahagaya, Matahari Putra Prima dan sebagainya.

Selain pusat belanja, Ciputra juga akan membangun properti lainnya yang terintegrasi dalam satu kawasan pengembangan multifungsi (mixed use development) yang sama. Properti tersebut adalah dua hotel (satu di antaranya Citradream), dan satu menara perkantoran. Mixed use development ini dikembangkan di atas area seluas 5 hingga 6 hektar.

"Lokasi proyek multifungsi ini akan berada di antara kilometer 7 (Km. 7) atau kilometer 9 (Km. 9). Kedua opsi ini sangat strategis dan masih kami pertimbangkan. Keputusannya bulan depan," aku Sugwantono.

Dipilihnya Banjarmasin sebagai second-tier garapan, menurut Sugwantono, karena pasarnya potensial dengan daya beli masyarakat yang semakin menguat. Kondisi aktual menggambarkan bahwa permintaan atau kebutuhan akan pusat belanja lebih besar ketimbang suplainya.

Untuk merealisasikan portofolio terbarunya ini, Ciputra mengalokasikan anggaran investasi (termasuk lahan) senilai hampir Rp 1 Triliun. Mereka berencana menuntaskan konstruksi proyek ini keseluruhan pada akhir 2015, dengan properti perdana yang beroperasi adalah hotel dan pusat belanja pada akhir 2014.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X