Perkantoran Serpong Tembus Rp 17 Juta Per meter Persegi

Kompas.com - 15/06/2013, 20:13 WIB
|
EditorHilda B Alexander

TANGERANG, KOMPAS.com - Kawasan Serpong memang bukan CBD Jakarta. Namun, saat harga ruang perkantoran di sana sudah selangit, maka ruang-ruang perkantoran di kawasan non CBD seperti Simatupang, Pondok Indah dan Serpong menjadi pilihan. 

Untuk diketahui, harga sewa ruang perkantoran CBD Jakarta sudah berada pada kisaran Rp 300.000 per meter persegi. Harga ini tidak termasuk biaya servis. Sementara harga perkantoran strata menembus angka Rp 50 juta per meter persegi.

Nah, masalahnya, tidak semua perusahaan atau pebisnis sanggup mengeluarkan biaya sebesar itu. Di sisi lain, mereka dihadapkan pada kebutuhan ruang kantor yang representatif guna mendukung aksi ekspansi perusahaan. Oleh karena itu, mudah dimafhumi jika di kawasan non CBD seperti Simatupang dan Pondok Indah, konstruksi perkantoran sangat aktif.

Harga jualnya jauh lebih rendah ketimbang di CBD Jakarta. Saat ini ruang perkantoran di Simatupang dan Pondok Indah mencapai Rp 25 juta hingga Rp 27 juta per meter persegi. Sedangkan harga sewanya sekitar Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per meter persegi.

Menurut Director Office Service Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo, harga jual dan sewa perkantoran di koridor Simatupang dan Pondok Indah menjadi moderat ketika dikaitkan dengan skala bisnis dan ekspansi perusahaan.

"Peminatnya adalah perusahaan dan pebisnis yang mengalihkan transaksi dari CBD Jakarta. Fenomena serupa mulai menggejala di koridor Simatupang dan Pondok Indah. Harganya melonjak lebih dari 30 persen. Sementara pasok terbatas," jelas Bagus kepada Kompas.com, di Tangerang, Sabtu (15/6/2013).

Ketika pasok di kedua kawasan tersebut habis, sementara permintaan tak terakomodasi, Serpong pun menjadi alternatif. Namun sayangnya pasok ruang perkantoran siap pakai di sini juga terbatas. Hanya terdapat beberapa gedung perkantoran di BSD City. Itu pun sudah diokupasi oleh beberapa perusahaan besar.

Defisit ruang perkantoran tersebut kemudian dimanfaatkan Merdeka Ronov Indonesia. Mereka membangun Associate Tower setinggi 19 lantai dengan luas bangunan 15.000 meter persegi. Perkantoran ini berada dalam pengembangan multiguna Intermark senilai Rp 700 miliar. Intermark mencakup perkantoran, apartemen, hotel, dan ruang konvensi.

Saat peluncuran perdana awal tahun ini, Associate Tower ditawarkan seharga Rp 15 juta per meter persegi. Harga ini berubah menjadi Rp 17 juta per meter persegi, seiring dengan mengalirnya permintaan dari beberapa perusahaan pertambangan dan komunikasi.

Menurut COO Merdeka Ronov Indonesia, Ronaldo Maukar, kinerja penjualan Associate Tower per Mei 2013 terserap lima lantai. Sementara apartemennya terjual 80 persen dengan volume omset Rp 180 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Rp 550 Jutaan di Kartika Residence Karawang Laris Diburu Konsumen

Rumah Rp 550 Jutaan di Kartika Residence Karawang Laris Diburu Konsumen

Perumahan
Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (II)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (II)

Perumahan
[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

Berita
Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Berita
Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Konstruksi
Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Perumahan
Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Berita
Apa Beda Rumah 'Cluster' dengan 'Townhouse'? Ini Jawabannya

Apa Beda Rumah "Cluster" dengan "Townhouse"? Ini Jawabannya

Hunian
Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Hunian
KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

Berita
Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta 'One Satrio' Dibuka November 2022

Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta "One Satrio" Dibuka November 2022

Ritel
Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Interior
Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Berita
Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Ritel
Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Kawasan Terpadu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.